JAKARTA, BKM–Pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Makassar nomor urut satu Mohamamd Ramdhan Pomanto – Fatmawati Rusdi (Danny – Fatma) memuji pelaksanaan debat perdana yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) di jakarta Sabtu (7/11).
“Alhamdulillah, meski durasi waktu tergolong sangat singkat ke masing-masing pasangan calon di setiap sesi di debat perdana. Tapi kami sudah berusaha semaksimal mungkin memanfaatkannya mengurai visi-misi kami yang terukur, terencana dan berkelanjutan,”ujar Danny, Sabtu (7/11) malam.
Di debat publik kali ini, Danny menyampaikan bahwa Pendapatan Daerah adalah bahan bakarnya pemerintah daerah dalam menjalankan semua yang telah direncanakan.
Belanja daerah harus selalu didahului oleh pendapatan daerah, kalau belanja daerah tidak didahului oleh pendapatan daerah program-program akan sulit dijalankan.
“Kami bersyukur, Adama satu-satunya yang punya visi fokus pada sektor pendapatan. Di Pemerintahan kami yang lalu, naiknya pendapatan kota Makassar yang telah mencapai 1 Triliun lebih telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,”ucapnya.
Pasangan yang diusung Partai Nasdem dan Gerindra ini tampil tenang dan mampu menjawab dengan lugas di setiap sesi.
Pada sesi tanya jawab dan sanggahan tema lingkungan, Danny menjawab pertanyaan dari panelis dan paslon urut tiga dan dua. Bahwa ketika dirinya menjadi wali kota periode lalu, Kota Makassar menjadi percontohan pengelolaan persampahan di Indonesia dan meraih piala Adipura tiga kali berturut-turut.
Bahkan ketika di bawah kepemimpinannya, Makassar mampu meraih Adipura Asean atau Clean Land Asean.
Dia pun mengaku saat menjabat wali kota, Makassar telah melakukan pengelolaan lingkungan dan persampahan mulai dari hulu ke hilir dalam lima tahun. (jun)
Danny Kelola Lingkugnan dan Persampahan dari hulu ke hilir
×

