MAKASSAR, BKM — Gojek, super-app terdepan di Asia Tenggara menegaskan kembali komitmen memperluas dampak sosial positif di masyarakat. Termasuk pada lingkungan hidup dengan menanamkan 1.000 bibit pohon di Ekowisata Lantebung.
Istimewanya, 1.000 bibit pohon yang ditanam ini merupakan bibit pohon mangrove yang diklaim akarnya dapat berfungsi sebagai penahan tanah dari abrasi yang cukup ampuh. Tanaman mangrove ini yang memang sedang fokus ditanamkan di wilayah ekowisata Lantebung.
Ekowisata Mangrove Lantebung (Jekomala) atau dikenal dengan Lantebung merupakan wilayah yang ditanami Gojek. Hutan mangrove sendiri memiliki peran yang sangat penting dan fungsinya yang sangat baik secara langsung maupun tidak langsung bagi lingkungan sekitar khususnya bagi penduduk pesisir.
Hutan mangrove selain menjaga dari abrasi juga bisa menciptakan mata pencaharian bagi penduduk sekitarnya. Karena alasan itulah Gojek secara bersama-sama melakukan penanaman.
Inisiatif ini berawal dari konsep ‘Kopi Darat’ (pertemuan rutin Mitra Gojek Makassar dengan manajemen) yang dikonversikan dalam bentuk bibit pohon. Mitra Gojek Makassar yang ikut serta dalam kopi darat sama dengan menyumbang 1 bibit pohon mangrove.
Di lokasi terpisah, Head of Regional Corporate Affairs Gojek Indonesia Timur, Mulawarman, mengatakan, pihaknya percaya bahwa kolaborasi teknologi menjadi kunci penting untuk menjembatani setiap kebutuhan masyarakat.
Gojek terus menciptakan dampak positif yang lebih luas melalui berbagai inisiatif, termasuk dibidang lingkungan. Selain itu, mitra-mitra Gojek Makassar juga memiliki kepedulian yang sama dengan turut berpartisipasi di dalam kegiatan ini di sela-sela kesibukannya untuk beroperasional demi pelestarian lingkungan hidup.
Selanjutnya, Mulawarman mengatakan, inisiatif ini ini merupakan sebuah komitmen Gojek untuk berkontribusi pada isu lingkungan yang sudah seharusnya menjadi fokus setiap orang. ”Kami akan terus mengembangkan inisiatif ini agar dapat memberikan dampak yang lebih besar,” lanjut Mulawarman.
Dalam rangka mendorong gaya hidup peduli lingkungan, Gojek sebelumnya berkolaborasi dengan startup di bidang lingkungan hidup Jejak.In, Gojek luncurkan fitur baru GoGreener Carbon Offset di aplikasi Gojek sebagai pilihan yang memudahkan pengguna untuk menyerap jejak karbon (carbon footprint) yang dihasilkan dari aktivitas sehari-hari inisiatif pada bulan September 2020 lalu.
Pada tahun sebelumnya, Gojek juga meluncurkan #GoGreener pada September 2019, yang memberikan pilihan bagi konsumen untuk mengurangi konsumsi plastik sekali pakai. Melalui inovasi tersebut, hingga Agustus 2020, Gojek berhasil mengurangi penggunaan 3 juta alat makan sekali pakai, setara 10,3 ton plastik. Pada layanan transportasi, Gojek dan Astra telah berkolaborasi menjalankan uji coba penggunaan motor listrik di Indonesia. (mir)

