MAKASSAR, BKM– Penjabat Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin kembali melakukan penggantian pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) lingkup Pemerintah Kota Makassar.
Kali ini, Rudy melengserkan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Basri Rakhman dan menunjuk Andi Muhammad Yasir yang saat ini juga menjabat Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Makassar sebagai penggantinya.
Terkait hal tersebut, Muhammad Yassir secara khusus dipanggil oleh Pj Wali Kota Makassar, Senin (30/11) di rumah jabatan Wakil Wali Kota Makassar, Jalan Hertasning.
Namun, saat ditemui usai bertemu dengan Rudy, Yassir belum mau berkomentar banyak karena alasan belum mengantongi SK penunjukannya.
Kepastian pergantian Plt Kepala BKPSDM Makassar baru disampaikan Pj Wali Kota Makassar, Rudy saat ditemui Selasa (1/12) di Hotel Four Point.”Per tanggal hari ini, (kemarin),” ungkap Rudy.
Dia pun mengungkapkan alasan dirinya mengganti Basri dan memilih Kepala Disdag, Andi Muhammad Yasir untuk rangkap jabatan. Ia menilai bahwa kinerja BKPSDMD perlu dimaksimalkan.
“Iya, alasannya nggak ada. Intinya bagaimana kita ingin mengoptimalisasi tugas BKD. Kemudian pak Basri kan sudah lama, sudah setahun lebih kalau tidak salah,” kata Rudy.
Dia menyebutkan, tugas BKPSDMD sebagai penunjang urusan pemerintahan di bidang kepegawaian kian berat.
Menurutnya, Pemkot Makassar harus melakukan penguatan kembali pengawasan terhadap kinerja ASN.
“Bagaimana disiplinkan tenaga honorer yang begitu banyak jumlahnya, kemudian bagaimana untuk memastikan honorer yang digaji oleh negara betul-betul bekerja,” lanjutnya.
Rudy mengakhiri jabatan Basri Rakhman sebagai Plt Kepala BKPSDMD pada tanggal 30 November. Sementara Andi Muhammad Yasir sebagai nahkoda sementara telah bertugas mulai per 1 Desember 2020.
Sebelumnya, Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Makassar yang dijabat Hamka digantikan oleh Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Makassar, Irwan Adnan.
Informasi yang diperoleh BKM, Rudy juga sempat menyemprot Kepala Dinas Dukcapil Makassar, Aryati Puspasari Abadi dan mengancam untuk mencopotnya dari jabatan.
Alasannya, karena Aryati mengeluarkan kebijakan yang menyebabkan terjadi kerumunan orang di kantor Dukcapil.
Disdukcapil mengeluarkan kebijakan membuka layanan KTP-el hilang, rusak, suket tanpa harus mendaftar secara online alias dilakukan secara langsung di Disdukcapil Makassar.
Padahal, dalam situasi pandemi covid-19 ini, protokol kesehatan harus dilaksanakan secara ketat. Salah satunya, menjaga jarak dan menghindari kerumunan. (rhm)
Rudy Ganti Kepala BKPSDM
×

