GOWA, BKM — Setiap kali ada momen istimewa di tengah masyarakat, maka saat itu pula kondisi pasar menjadi labil. Kerap harga kebutuhan pokok melonjak seperti saat masyarakat Gowa jelang memasuki hari raya Natal dan tahun baru.
Mendekati dua momen ini, Pemkab Gowa pun tetap berjaga-jaga akan ketersediaan kebutuhan pokok serta harga kebutuhan di pasaran.
Pj Sekretaris Kabupaten Gowa, Kamsinah berharap, harga dan stok kebutuhan pokok di Kabupaten Gowa aman jelang Natal dan tahun baru 2021 nanti.
Hal ini disampaikan Kamsinah saat membuka high level meeting Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Gowa yang dilakukan virtual di Peace Room A’Kio Pemkab Gowa, Rabu (2/12).
Kamsinah mengatakan, dalam rangka menjaga laju inflasi yang rendah dan stabil sebagai prasyarat pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan yang akan memberikan manfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat, maka perlu dilakukan koordinasi dan sinkronisasi kebijakan pengendalian inflasi untuk mencapai sasaran inflasi yang ditetapkan pemerintah.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Kamsinah menyebutkan, TPID kabupaten dan kota memiliki tugas untuk melakukan pengumpulan data dan informasi perkembangan harga kebutuhan pokok dan jasa pada tingkat kabupaten.
”Kemudian TPID menyusun kebijakan pengendalian inflasi pada tingkat kabupaten dan kota dengan memperhatikan kebijakan pengendalian inflasi pada tingkat nasional dan provinsi,” kata Kamsinah.
Dikatakan pula, tugas lain TPID dalam rangka menjaga inflasi agar tetap rendah dan stabil yaitu melakukan upaya untuk memperkuat sistem logistik pada tingkat kabupaten dan melakukan koordinasi dengan TPI pusat dan provinsi.
”Kemudian yang terakhir TPID melakukan langkah-langkah dalam rangka penyelesaian hambatan dan permasalahan pengendalian inflasi pada tingkat kabupaten kota khususnya di Kabupaten Gowa,” jelasnya.
Untuk melaksanakan tugas tersebut, tambah birokrat tegas ini, maka perlu diterapkan 4K sebagai strategi pengendalian inflasi yaitu keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi dan komunikasi yang efektif.
”Pelaksanaan high level meeting TPID ini merupakan salah satu cara untuk mewujudkan komunikasi yang efektif dalam pengendalian inflasi dan menjadi media interaktif bagi seluruh pihak untuk melakukan koordinasi dan kerjasama yang harmonis dalam upaya mewujudkan kestabilan inflasi di Kabupaten Gowa,” ucap Kamsinah.
Dikatakannya untuk pengendalian inflasi, Pemkab Gowa telah melakukan berbagai program dan kegiatan, seperti pemantauan harga kebutuhan pokok secara rutin, pengawasan penggunaan LPG dan pembelian barang kebutuhan masyarakat secara online untuk mencegah penyebaran Covid-19.
Sementara itu, Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Since Erna Lamba, dalam pemaparannya menyebutkan, sejumlah komoditas kebutuhan masyarakat aman saat ini.
Seperti beras tersedia 660.219 ton, jagung 100.800 ton, daging sapi 1.827 ton, daging ayam 11.249 ton, telur ayam 26.885 ton, minyak goreng 7.850 ton, gula pasir 28.731 ton, cabe rawit 3.804 ton, cabe merah 2.661 ton, dan bawang 3.984 ton. ”Berdasarkan data ketersediaan kebutuhan ini menunjukkan 10 komoditas masih surplus,” papar Since. (sar)

