TAKALAR, BKM — DPRD Kabupaten Takalar kembali menggelar rapat dengan pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Takalar. Rapat paripurna ini dalam rangka penyerahan Ranperda tentang APBD tahun anggaran 2021 dan penyampaian pengantar nota keuangan.
Rapat paripurna, selain molor pelaksanaannya, separuh anggota DPRD Takalar termasuk dua unsur pimpinan DPRD Takalar belum juga terlihat di kursi kehormatan pimpinan. Padahal, agenda rapat paripurna dijadualkan, Senin (14/12), pukul 14.00 Wita.
Tak pelak, molornya serta belum hadirnya sejumlah anggota dewan di ruang rapat paripurna mengundang persepsi kalau pembahasan APBD Pokok tahun anggaran 2021 bakal terseok-seok.
”Undangan yang dilayangkan pada masing masing pribadi anggota dewan adalah sebuah kehormatan. Olehnya itu, kita meminta pihak yang diundang untum datang rapat sesuai jadual,” kata Wakil Ketua DPRD Takalar, HM Jabir Bonto yang juga selaku pimpinan rapat paripurna, Senin (14/12).
Bupati Takalar, H Syamsari Kitta di hadapan sejumlah anggota DPRD dan pimpinan OPD Takalar, mengatakan, seorang politisi yang baik adalah seorang guru politik yang harus memberi bimbingan. Hal tersebut disampaikan Bupati Takalar sebelum membacakan pengantar nota keuangan tahun anggaran 2021.
Bupati Takalar, dalam pembacaan pengantar nota keuangan menyebutkan, anggaran yang akan digunakan tahun 2021 mendatang sebesar Rp1,114 triliun. Syamsari berharap agar APBD Takalar segera dibahas secepat mungkin. Karena sisa dua kabupaten yang belum menyerahkan postur APBD ke Pemprov.
”Anggaran yang akan digunakan tahun mendatang untuk membiayai kegiatan.skala prioritas, Kami berharap ada sinergitas di antara kedua belah pihak,” kata Syamsari Kitta.(ira/c)
Pembahasan APBD Pokok Bakal Terseok-seok
Giliran Dua Unsur Pimpinan DPRD Tak Hadiri Rapat
×

