pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Okupansi Hotel Hanya Terisi Maksimal 50 Persen

JAKARTA, BKM — Penerapan kebijakan tes PCR & tes rapid antigen untuk wisatawan yang bepergian ke Bali membuat pelaku usaha perhotelan pasrah akan tingkat okupansi. Pasalnya, tanpa ada kebijakan itu pun okupansi hotel di Bali masih sangat rendah.
Saat ini okupansi hanya 30 persen atau 70 persen kamar hotel di Bali kosong. ”Kami di kawasan Kuta ini okupansi akhir tahun on hand masih 25 persen sampai 30 persen. Artinya, belum signifikan. Dan kami tidak berharap bahwa akhir tahun sebesar tahun lalu. Paling maksimal kita isi 40 persen sampai 50 persen. Itu pun kalau nggak ada kebijakan swab untuk pasar domestik. Tapi sekarang setelah ada kebijakan ini, akan berkurang,” kata Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Indonesia Hotel General Manager Association (DPP IHGMA), I Made Ramia Adnyana, Selasa (15/12).
Harapan pelaku usaha akan terjadinya peningkatan okupansi terlihat dalam beberapa waktu terakhir. Yakni dalam menyambut momen natal dan libur akhir tahun mendatang. Namun sepertinya itu bakal kembali menyusut setelah keluarnya kebijakan terbaru dari pemerintah.
”Tadi saja ada beberapa yang cancel, grup atau keluarga yang mestinya liburan di bulan akhir Desember sudah cancel. Ini keluh kesah teman-teman saya sampaikan,” sebut Wakil Ketua Umum Kadin Bali Bidang Akomodasi dan Pengembangan Pariwisata itu.
Keluhan itu bukan hanya berasal dari kalangan perhotelan, Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia, Hariyadi Sukamdani, menyebut, masyarakat pun sudah banyak yang mengeluh. Pasalnya, dengan aturan tersebut membuat masyarakat harus merogoh kantong lebih dalam untuk bepergian.
”Mau berangkat harus membayar Rp1,2 juta PCR. Kalau satu keluarga bayar berapa? Jadi itu situasi dan kondisi yang menurut kami sulit. Kalau seperti ini akhirnya aktivitas ekonomi berhenti. Karena orang berpikir, sudah lah takut nanti ada aturan baru dan lain sebagainya. Mereka memilih untuk tidak beraktivitas. Kalau nggak beraktivitas kita lebih parah lagi,” jelasnya dalam konferensi pers outlook perekonomian Indonesia 2021 Selasa (15/12). (int)



×


Okupansi Hotel Hanya Terisi Maksimal 50 Persen

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar