pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Pajak Hotel Baru Terealisasi Rp47 M

MAKASSAR, BKM– Realisasi pendapatan dari sektor pajak tahun ini mengalami perlambatan akibat pandemi covid-19. Namun, di pengujung tahun 2020 ini, menunjukkan hasil yang cukup menggemberikan. Kendati tidak semua sektor pajak berjalan sesuai harapan.
Seperti pajak perhotelan misalnya.
Data Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Makassar dari target pajak yang ditetapkan sebesar Rp72 miliar, hingga awal Desember lalu, yang terealisasi baru sekitar 66 persen atau sebesar Rp47 miliar.
Kepala Bapenda Makassar, Irwan Adnan
menilai saat perekonomian mulai membaik, beberapa sektor mulai beroperasi. Termasuk hotel. Tetapi bergerak tak signifikan.
“Dan itu bisa dilihat dari serapan pajak,” ucap Irwan.
Berbeda dengan restoran. Sektor ini cukup melesat. Bapenda yang telah melakukan revisi target pajak berani mematok Rp111 miliar di 2020. Di awal Desember target mampu dirampungkan dengan realisasi Rp120 miliar.
“Itu artinya ada perputaran uang yang baik di masyarakat. Denyut perekonomian mulai stabil. Meski begitu kita tetap imbau agar protokol kesehatan bisa berjalan,” terang dia.
Restoran dan hotel memang jadi salah satu baromoter untuk menilai gairah perekonomian di Makassar. Khusus hotel, Makassar jadi daerah dengan jumlah penginapan terbanyak di Sulsel.
Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin mengatakan, kebijakan strategis yang multi koneksi sangat dibutuhkan untuk menggerakkan perekonomian. Menggairahkan pariwisata menjadi opsi terbaik yang dinilainya tepat.
“Kita sudah adakan bus wisata. Lalu nanti ada bus transit yang masih kita rencanakan. Kita mau nanti penumpang transit jalan-jalan di Makassar. Naik Damri dari bandara lalu dijemput jalan-jalan pakai bus wisata. Dengan harapan mereka berbelanja atau bahkan memilih untuk menghabiskan waktu dengan menginap di Makassar,” ucap Rudy.
Sementara itu, Ketua PHRI Makassar, Kuandy Salim mengatakan, okupansi menjadi salah satu faktor pemasukan cukup lesu. Memasuki triwulan IV, okupansi hotel bahkan masih di bawah sepuluh persen.
“Kalau dibanding tahun sebelumnya. Kalau masuk November sudah banyak yang booking kamar,” ungkapnya. (rhm)




×


Pajak Hotel Baru Terealisasi Rp47 M

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar