BANTAENG, BKM — Puluhan jamaah takziah atas meninggalnya Abd Hafid, warga Tanetea, Desa Nipa-nipa, Kecamatan Pa’jukukang, Senin malam (4/1), sontak panik. Pasalnya, sebuah mobil patroli Polantas Polres Bantaeng menabrak sejumlah kendaraan yang terparkir di sekitar tenda acara.
Menurut sumber di TKP, sopir mobil patroli Polantas tersebut sepertinya kaget dan hilang kendali. Penyebabnya, ada mobil yang berada di depan patroli mendadak berhenti. “Ada mobil langsung berhenti di depan mobil polantas”, ujar Rasyid, salah seorang jamaah takziah.
Kasat Lantas Polres Bantaeng, AKP Badruz Zaman, mengatakan, dua orang anak buahnya, yakni RD dan RL sedang melaksanakan perintah. Awalnya, kedua polantas ditugaskan di jalan poros nasional, Kelurahan Lamalaka, yang sering dijadikan ajang balapan liar.
Setelah beberapa lama bertugas, lanjut Kasat, keadaan aman-aman saja. Keduanya diperintahkan berpatroli di Tanetea, Desa Nipa-nipa, yang juga sering digunakan sebagai tempat balapan liar. Mobil pun melaju ke arah Tanetea sesuai perintah.
Diluar dugaan, kata Kasat, setibanya di TKP, pukul 22.00 wita, mobil yang berada di depan mobil patroli tiba-tiba berhenti. RD yang menyetir mobil patroli kaget dan memilih membanting setir menghindari tabrakan dengan mobil di depannya.
Nahas, sejumlah kendaraan berupa mobil dan motor yang terparkir ditabrak. Bahkan jamaah yang sudah bergegas pulang tidak luput dari kecelakaan ini.
Menurut informasi di TKP, ada empat orang korban. Dua diantaranya hanya menderita luka lecet dan tidak butuh perawatan medis. Dua lainnya cukup parah, yakni Saparuddin (50), guru agama SD. Satu korban lainnya menderita patah tulang belum diketahui identitasnya dan memilih berobat alternatif di Bulukumba.
Saparuddin, selain mengalami patah tulang pada bagian kaki kanannya, juga pada wajahnya mendapat 30 jahitan.
Sejumlah barang bukti aktibat peristiwa ini, sudah diamankan di Mapolres Bantaeng. (wam/C)
Mobil Polantas Tabrak Jamaah Takziah
×

