KETUA Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Sulsel Dr Taufan pawe (TP) berharap partai berlambang pohon beringin rindang selaku partai pengusung pasangan (alm) Thoriq Husler – Budiman Hakim tak ingin kehilangan kader mereka di posisi kepala daerah. Apalagi diketahui Thorig Huser adalah ketua DPD II Golkar Lutim.
Menurut TP, jika Budiman Hakim telah bertemu dengannya beberapa waktu lalu di kota Parepare dan membicarkan siapa yang nantinya akan menjadi wakil bupati.
“Saya sudah panggil beberapa waktu lalu, dan dia menghadap di Parepare dan saya sampaikan, pahamkan anda (Budiman), sadarkan jika anda bakal calon wakil bupati itu Golkar menjadi domain. Yang memberi kontibusi hanya seorang Husler dan anda dilantik Februari sebagai wakil bupati dan sebagai Plt dan beberapa saat nanti akan menjadi bupati. Apakah kita tidak berpikir siapa yang layak menggatikan posisi pak Budiman secara defenitif,” bebernya
Setelah itu, Budiman menyodoroan nama, tapi TP masih merahasiakan siapa yang akan menjadi posisi pendampin Budiman yang pastinya kata dia adalah kader Golkar.
Namun TP belum bisa menyebutkan karena masih ada proses di Mahkamah Konsyitusi (MK) namun dia yakni usungan Golkar di Lutim tetap menjadi pemenang. “Saya belum bisa berkomentar banyak dulu. Karena masih ada proses di MK. Tapi saya sebagai orang hukum saya yakni di MK calon Partai Golkar tetap menjadi pemenang,” jelasnya.
TP yang juga Wali Kota Parepare ini meminta kader Golkar Sulsel menjadi mitra kritis pemerintah. Menurutnya, menjadi mitra kritis pemerintah akan menciptakan solusi. Sedangkan bertolak belakang dengan pemerintah tidak akan menemui titik terang.
“Saya pesankan, agar pengurus dan kader Golkar tidak lagi ada yang memusuhi pemerintah. Jadilah mitra kritis bagi pemerintah, dengan menghadirkan solusi. Karena Golkar itu bagian Pemerintah,”pinta TP.
Soal bagaimana Golkar Sulsel menghadapi pemilu selanjutnya, TP berjanji akan memberikan reward kepada kader militan yang memiliki popularitas dan elektabilitas. Menurutnya, kader Golkar subjek dari Partai Golkar itu sendiri. Subjek adalah penyandang hak dan kewajiban pada Partai Golkar Sulsel.
“Kader yang berkontribusi membesarkan Partai akan diberikan haknya dan didukung saat butuh panggung politik. Golkar akan hadir tanpa rekayasa dan sandiwara. Tidak ada istilah mahar, tidak ada bayar-bayar, dengan catatan jalankan kewajiban sebagai kader militansi,” jelas Ketua MKGR Sulsel ini.
Di masanya, Golkar Baru untuk Sulsel harus benar-benar hadir. Bukan wajah-wajah baru Golkar. Namun pola pikir yang baru untuk semua kader. Dengan membangun jiwa militansi yang kuat untuk menjaga marwah partai dan mampu membesarkan Golkar di Sulsel.
“Menghadirkan Golkar baru yang dimaksud yaitu merubah pola pikir atau mindset bagi semua kader. Saya cermati, selama ini kader melorot karena jiwa militansi yang turun. Padahal ini adalah instrumen yang tidak ringan sebagai syarat menghadirkan Golkar baru tersebut,” ujarnya. (mup/rif/d)
TP: Saya Sudah Bicara Sama Budiman
×

