MAKASSAR, BKM–Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan akan melaunching rumah sakit terapung pada Juni mendatang. Saat ini, anggarannya pun telah disiapkan.
Pemprov telah menyiapkan anggaran sebesar Rp7 miliar untuk rekonstruksi dua unit kapal hibah Menteri Perhubungan ke Pemerintah Provinsi Sulsel menjadi kapal rumah sakit terapung.
Rincian satu unit kapal menelan anggaran Rp1,5 miliar, yang rencana akan dilaunching Juni mendatang.
Kepala Dinas Perhubungan Sulsel, Muhammad Arafah, mengatakan, rekonstruksi kapal hibah menteri perhubungan tersebut atas arahan dari Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah. Dan penempatannya di Kepulauan Pangkep Selayar.
“Dilaunching itu bulan 6 nanti, terdapat dua ruang operasi, ruang operasi penyakit yang harus dioperasi, jadi kapal ini beroperasi nantinya ada jadwalnya. Anggaran rekonstruksi Rp3,5 miliar satu kapal jadi total Rp7 miliar dua kapal,” ungkap Arafah, Selasa, lalu.
Ia menambahkan, kapal rumah sakit terapung ini akan dilengkapi beberapa fasilitas layaknya rumah sakit di darat, antara lain ruang operasi sebanyak dua, poliklinik dan sebagainya.
“Kita mendapatkan bantuan hibah kapal dari Kementerian Perhubungan, rencananya pak Gubernur merekonstruksi menjadi kapal rumah sakit terapung. Kapal ini nantinya penempatannya di pulau Pangkep dan Selayar. Kapal ini drafnya rendah sehingga bisa mengakses berbagai wilayah meskipun tidak ada pelabuhan,” ungkap Arafah.
Ia menuturkan rekonstruksi tersebut bekerja sama dengan PT IKI sementara untuk perlengkapan atau alat kesehatan nantinya akan dilengkapi oleh Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel.
“Alat pendukung Alkes dari Dinas Kesehatan, kalau konstruksi dari Dinas Perhubungan bekerjasama dengan PT. IKI, perawatnya ada 8 ruangan, ada dokter ahli, umum, gigi, satu kapal, perawatnya stay di kapal dan secara bergilir,” tutupnya.(nug)

