BULUKUMBA, BKM — Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Cabang Bulukumba mengatakan iuran kepesertaan golongan III Rp 42.000 per bulan terhitung mulai Januari terjadi perubahan besaran subsidi pemerintah.
Kabid SDM Umum dan Komunikasi Publik BPJS Cabang Bulukumba, Wisli Akturiyani Biya mengatakan berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) nomor 64 tahun 2020 menerangkan mulai Januari 2021 iuran golongan III tetap Rp 42.000 tapi disubsidi pemerintah Rp 7.000 per kepesertaan.
Sehingga yang wajib dibayar kepesertaan Rp 35.000 per bulan.
“Tetap Rp 42 ribu iurannya untuk golongan III namun yang dibayar oleh masyarakat hanya Rp 35 ribu subsidi pemerintah Rp 7.000,” ujar Wisli di ruang kerjanya baru-baru ini.
Sebelumnya Januari-Maret 2020 lalu kenaikan iuran golongan III Rp 42.000 berdasarkan Perpres nomor 75 tahun 2019 tapi April -Juni 2020 dikembalikan ke iuran semula Rp 25.500 sesuai Perpres nomor 82 tahun 2018 menindak lanjuti putusan MA.
Pada bulan Juli-Desember 2020 dilakukan perubahan iuran yang besarannya tetap Rp 42.000 per kepesertaan yang tidak lepas dari subsidi pemerintah Rp 16.500. Setiap kepesertaanmembayar iuran Rp 25.500 atau besarannya tetap sama dengan tahun tahun sebelumnya.
“Nah masuk Januari 2021 berdasarkan Perpres 64 tahun 2020 sudah membayar iuran Rp 35.000 lantaran terjadi perubahan subsidi dari Rp 16.500 turun menjadi Rp 7.000 setiap kepesertaan. Untuk kelas 1 dikenakan iuran Rp 150.000 dan kelas 2 Rp 100.000 setiap kepesertaan,” jelas Wisli.
Setiap terjadi perubahan iuran kepesertaan pihaknya mengaku gencar melakukan sosialisasi ke masyarakat baik melalui media, kegiatan interen maupun melibatkan pemerintah.
“Kami rutin melakukan sosialisasi baik melalui spanduk, media dan kerjasama dengan Pemerintah jika ada perubahan regulasi,” cetusnya.
Selain itu, untuk memaksimalkan pelayanan ke masyarakat, pihaknya memberlakukan program mobile customer yang bertugas mendatangi masyarakat baik dalam kota maupun di desa dalam membantu melakukan pendaftaran baru dan perubahan jumlah kepesertaan di data kependudukan.
“Tahun lalu kita juga mobile ke masyarakat baik dalam kota maupun di desa untuk memudahkan masyarakat mendaftar sebagai peserta BPJS. Disitu kami juga sosialisasikan sejumlah channel pembayaran,” tutupnya. (min/C)

