MAKASSAR, BKM–Partai Demokrat terus akan berjuang agar pelaksanaan pemilihan presiden (pilpres) dan pelaksanaan pemilihan gubernur (pilgub), pemilihan wali kota (pilwali) dan pemilihan bupati (pilbup) tidak digelar secara bersamaan.
Bahkan Partai Demokrat juga berharap agar pelaksaan pemilihan anggota legislatif (pileg) juga tidak perlu bersamaan. Hal tersebut disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Sulawesi selatan Ni’matullah Erbe diuang kerjanya , Selasa (19/1).
Menurut Ulla-panggilan akrab Ni’matullah Erbe ini, jika pelaksaannya bersamaan, maka yang sangat repot adalah penyelenggara yakni Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). “Kasian penyelenggaranya, kita sudah ada pengalaman pilkada serentak, bagaimana repotnya, apalagi ketika puluhan penyelenggara jatuh sakit dan dikabarkan ada yang meninggal,”jelas Ulla kemarin.
Untuk itu, partai berlambang bintang mercy ini akan berjuang di senayan melalui komisi II DPR RI agar pelaksanaannya tidak serentak, “Majukan saja pilkada di 2023 toh periodenya hampir selesai, atau pilpres yang lebih awal. Saya fikir agak ribet, ada calon presiden, calon gubernur, calon wali kota dan calon bupati, tentu masyarakat bisa tidak fokus bagaimana mencari pemimpinnya. Kalau bersamaan yang manami akan diperhatikan,”jelasnya.
Wakil Ketua DPRD Sulsel ini berharap ada spasi atau jedah agar semua pihak bisa bernafas dengan baik, masyarakat juga bsia fokus.
Seperti diketahui, Ketua umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono menyampaikan hal tersebut pada seluruh ketua DPD Partai Demokrat se Indonesia melalui virtual baru-baru ini. (rif)
Partai Demokrat Akan Berjuang di Senayan
Agar Pilpres dan Pilkada tak Digelar Bersamaan
×

