MAKASSAR, BKM– Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kota Makassar, mengimbau para pengguna jalan untuk tetap mewaspadai pohon tumbang. Apalagi, kondisi curah hujan dan angin kencang masih terus terjadi di dalam Kota Makassar beberapa hari terakhir.
Seperti yang terjadi Selasa (19/1) kemarin. Pohon tumbang kembali terjadi di poros Borong dan di depan eks Kuburan Cina, Antang.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup Makassar, Mario Said mengemukakan, begitu mendapat laporan dari masyarakat, tim pohon tumbang langsung turun untuk mengamankan lokasi dan menyingkirkan pohon di jalan raya yang sempat membuat macet.
“Jadi tim pohon tumbang langsung eksekusi tadi itu,” ungkap Mario Said saat dihubungi, Selasa (19/1).
Lelaki yang juga menjabat Kepala Dinas Perhubungan Kota Makassar itu mengakui, jika memang banyak pohon yang rawan tumbang berada di pinggir jalan.
Diapun meminta masyarakat, jika menemukan pohon tumbang, bisa melaporkan melalui call center 112.
Lebih jauh dikatakan, pihaknya juga sudah membuat posko pohon tumbang yang siap bekerja serta dihubungi 24 jam. Ada lima tim yang bertugas secara bergantian di posko tersebut.
Sebagai langkah antisipasi meminimalisir banyaknya pohon tumbang, tambah Mario, pihaknya juga sudah melakukan pemangkasan pohon-pohon, khususnya yang berusia tua san rawan tumbang.
“Kita juga sudah melakukan pemangkasan pohon-pohon. Apabila ada pohon yang kelihatannya sudah rawan dan terancam akan tumbang, akan dilakukan penebangan setelah tim kami melakukan survey,” jelas Mario.
Dia menerangkan, dari 11 Januari 2021 hingga Selasa 19 Januari kemarin, tercatat sudah ada 32 pohon yang tumbang tersebar di sejumlah titik.
Tercatat, sudah beberapa pohon tumbang yang terjadi dan menimpa kendaraan roda empat milik warga. Seperti yang terjadi di Jalan Ratulangi, tepatnya depan RSUD Labuang Baji belum lama ini.
Juga pohon tumbang di Jalan Bau Mangga, pada Desember lalu. Dari kejadian tersebut sebuah sepeda motor tertimpa. Pohon tumbang juga menutup badan jalan sehingga kendaraan tak bisa melintas.
Kepala Bidang Ruang Terbuka Hijau (RTH) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Makassar, Bahar Cambolong mengatakan, tim terus memantau beberapa ruas jalan yang dinilai rawan terjadi pohon tumbang.
Rata-rata, yang tumbang itu merupakan pohon dengan umur yang sudab cukup tua. Karenanya, program penghijauan sudah begitu mendesak dilakukan.
Kata Barcam sapaannya, tiap tahun pihaknya hanya bisa melakukan peremajaan sekitar 15 hingga 20 pohon.
“Kalau bantuan sendiri itu biasa dari CSR. Disamping itu kita imbau juga masyarakat yang punya tanaman privasi yang sudah menjulang dan rawan tumbang, mestinya dipangkas,” ucapnya.
RTH Makassar memang sangat mengkhawatirkan. Pemkot Makassar belum memberi perhatian penuh. RTH Makassar hanya 7,59 persen dari syarat minimal yang ditetapkan pemerintah sekitar 30 persen.
RTH yang hanya 7,59 persen itu pun butuh beberapa pembenahan. Terutama perawatan pepohonan di jalan protokol. Pohon yang tak layak mengancam pengendara. Seperti di Jalan Ratulangi. (rhm-jun)

