JENEPONTO, BKM — Kelangkaan pupuk yang terjadi dan tingginya curah hujan di Jeneponto, membuat resah petani padi palawija dan bawang. Mereka terancam gagal panen dan berpotensi merugi.
Seorang petani bawang di Kampung Pammanjengang, Kelurahan Bonto Tangga, Kecamatan Tamalate, Jeneponto, mengaku bernama Mantang Daeng Tangnga, mengeluhkan kelangkaan pupuk.
Ia mengaku hanya bisa mendapatkan dua sak pupuk dari agen. Itu pun sudah habis. ”Langkanya pupuk membuat kami petani susah untuk dapat pupuk,” keluh Mantang Daeng Tangnga, Sabtu (23/1).
Lanjut Mantang mengatakan, selain kelangkaan pupuk, tanaman bawang miliknya juga rusak akibat tingginya curah hujan yang terjadi di Jeneponto. Dia mengaku pasrah jika hasil panennya tidak maksimal.
Mantang berharap agar pemerintah segera memberikan solusi terkait langkanya pupuk tersebut. Dia juga berharap agar cuaca bisa lebih bersahabat.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Jeneponto, Achmad, mengatakan, kelangkaan pupuk bukan karena minimnya stok. Tetapi karena distribusi dari distributor ke pengecer terkendala akibat kekurangan armada.
Kurangnya pasokan pupuk itu diakibatkan minimnya armada mobilisasi ke distributor. Demikian halnya juga distributor terkendala dalam penyaluran ke pengecer. Achmad menyarankan kepada petani untuk mengasuransikan lahannya agar tidak merugi akibat gagal panen. (krk/c)
Kadis Pertanian Harap Petani Asuransikan Lahannya
×

