MAKASSAR, BKM — Zenius melakukan survei terhadap perilaku belajar terhadap lebih dari 15.000 penggunanya yang dinyatakan lulus UTBK (Ujian Tulis Berbasis Komputer) pada Juli 2020. Zenius menemukan, siswa yang menerapkan prinsip pembelajaran aktif dan metode belajar ‘spaced repetition’ atau pengulangan berjarak memiliki peluang lebih besar untuk lulus UTBK.
Secara umum, UTBK menguji keterampilan kognitif, penalaran kuantitatif, dan keterampilan berpikir kritis siswa. Artinya, pemahaman konseptual yang mendalam akan memainkan peran yang lebih besar dalam menentukan keberhasilan siswa daripada hafalan.
Namun demikian, banyak siswa di Indonesia saat ini yang memiliki tantangan dalam menaklukkan UTBK dan mengembangkan penguasaan mata pelajaran secara mendalam. Karena sebagian besar dari mereka masih menggunakan metode belajar pasif. Dimana, kebanyakan siswa hanya duduk dan mendengarkan pelajaran.
Siswa yang berhasil lulus UTBK cenderung melangkah lebih jauh dengan aktif melakukan sesuatu seperti berdiskusi dengan teman dari pada hanya membaca buku atau menghafal pelajaran, sebuah prinsip utama yang digunakan dalam pembelajaran aktif.
Pembelajaran aktif mengacu pada metode pembelajaran yang berfokus pada pengembangan keterampilan siswa melalui interaksi dan eksplorasi materi pembelajaran yang lebih tinggi.
Siswa yang secara efektif menerapkan metode pembelajaran aktif biasanya akan belajar dengan melakukan latihan, diskusi terbuka, mengajarkan teman-temannya, atau lebih kompleks lagi, mempelajari studi kasus. Dengan melibatkan diri dalam interaksi yang lebih berkualitas dengan materi pembelajaran mereka, siswa dapat memperkuat pemahaman dasar mereka dan mampu menghubungkan materi yang baru dipelajari dengan apa yang mereka dapat sebelumnya secara lebih mendalam, sehingga bisa mengembangkan kemampuan mereka untuk berpikir kritis.
CEO Zenius, Rohan Monga, mengatakan, UTBK merupakan ujian keterampilan berpikir dan penguasaan konsep. Sehingga penting bagi siswa untuk terlibat dalam pembelajaran aktif. Kami menemukan bahwa sekitar 80 persen dari 15.000 pengguna Zenius yang lulus UTBK Juli lalu telah menggunakan metode pembelajaran aktif.
Rerata, masing-masing dari mereka juga menjawab sekitar 400 pertanyaan atau sekitar 13 pertanyaan per video konsep yang ada di Zenius. Hal ini menunjukkan jika metode pembelajaran aktif adalah hal penting untuk menentukan kesuksesan siswa.
”Lebih jauh kami juga menemukan siswa yang lulus UTBK akan menjawab soal-soal mulai dari soal dengan keterampilan berpikir tingkat rendah (lower-order thinking skills/LOTS) hingga soal yang lebih sulit dengan keterampilan berpikir tingkat tinggi (higher-order thinking skills/HOTS). Karenanya, untuk lebih membekali siswa dengan keterampilan nyata yang diperlukan untuk ujian, kami telah meningkatkan konten UTBK dalam aplikasi kami secara signifikan untuk merangsang kegiatan belajar yang lebih aktif. Bank soal kami memungkinkan siswa untuk memilih LOTS, HOTS, atau tryout dengan mudah. Kami bangga dalam menciptakan konten dan produk yang menyenangkan untuk siswa kami dan kami ingin siswa secara aktif mencari pengetahuan baru sendiri. Kami percaya dengan mempromosikan latihan secara simultan semacam ini, siswa akan dapat dengan cepat meningkatkan dan membangun penguasaan keterampilan UTBK mereka,” lanjut Rohan. (mir)
Zenius Survei 15 Ribu Penggunanya
×

