ENREKANG, BKM — Asosiasi Sopir Mobil Sulsel mengadu ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Enrekang terkait longsor di jalan poros Enrekang-Makassar dan menelan banyak korban jiwa, Senin (1/2).
Ketua Asosiasi Sopir Rustan mengatakan kedatangan timnya ke Gedung DPRD Enrekang diterima Ketua DPRD Idris Sadik dan anggota komisi II DPRD Enrekang, Andi Aswan di ruang tamu Gedung DPRD Enrekang.
Dihadapan para legislator perwakilan sopir meminta DPRD Enrekang agar tanah longsor jalan poros Enrekang-Makassar di Kampung Riso, Kecamatan Cendana diperbaiki sebelum memakan korban.
“Tujuan saya mengadu ke sini (DPRD) agar jalan longsor di Riso sudah tujuh bulan belum diperbaikai,” ujar Rustan.
Ia mengatakan, jangan setelah nanti makan korban baru pihak berwenang mengambil tindakan. Lebih baik mencegah sebelum terjadi.
“Di Indonesia ini, nanti ada kejadian baru ditindaklanjuti oleh pihak berwenang. Makanya kami minta bagaimana mencegah sebelum jatuh korban,”tambahnya.
Contoh kasus, Jembatan Bojo runtuh tahun lalu yang menelan korban menurut Rustan, tidak ada tindakan setelah pihaknya mengadu ke pihak yang berwenang. Nanti setelah jatuh korban baru pemerintah bertindak.
“Contoh baru-baru ini jembatan Bojo, kita laporkan tidak ada tindakan nanti setelah ada korban baru pemerintah bertindak,” jelasnya dengan nada kesal.
Anggota Komisi II DPRD Enrekang, Andi Aswan berjanji akan menyampaikan aspirasi asosiasi sopir ke Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) XIII Makassar Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
“Insya Allah kita akan tindak lanjuti pengaduan ini. Karena sudah banyak-mi memang keluhan persoalan jalan negara ini. Kita tampung semua keluhan baru kita bawa ke balai besar,”janji Andi Aswan.
Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) XIII Makassar Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Miftachul Munir saat dikonfirmasi, Selasa (2/2) mengaku sudah pindah ke Jakarta. ”Nanti tanyakan ke pejabat baru saja,” jelasnya. (her/C)
Asosiasi Sopir Adukan Jalan Longsor
×

