JAKARTA, BKM — Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso mengatakan, dinamika pasar modal domestik akhir-akhir ini, diwarnai pertumbuhan pesat investor retail di pasar saham. Hal ini juga sejalan dengan program pendalaman pasar yang dilakukan OJK dengan dukungan seluruh pihak terkait.
Meski demikian, Wimboh mengakui, perkembangan tersebut harus diimbangi dengan meningkatnya pemahaman yang memadai mengenai investasi. Sehingga tidak sekadar mengikuti tren dan sumber dana bukan berasal dari pinjaman.
”Untuk mengantisipasi perkembangan tersebut, OJK bersama self regulatory organizations (SROs) dan pelaku pasar modal terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat agar lebih rasional dalam menentukan pilihan investasi,” ujar Wimboh.
Dia juga mengatakan, di seluruh dunia banyak masyarakat yang tertarik investasi di pasar modal, apalagi ruang konsumsi belum pulih seperti semula. Potensi keuntungan dari pasar modal menjadi kesempatan yang baik.
Sehingga banyak investor ritel dengan didukung teknologi maju bisa mengakses pasar modal. Di Indonesia investor ritel hampir 4 juta dimasa pandemi Covid-19 tahun 2020.
”Karena demand masyarakat tinggi balance dengan supply dan edukasi ke masyarakat agar bisa memahami produk-produk di pasar modal ini, sifatnya bisa volatile dan analisis fundamental perlu tahu. Jangan terbawa dengan analisis teknikal yang sewaktu-waktu bisa terkoreksi. Apabila terkoreksi menimbulkan permasalahan di masyarakat,” kata Wimboh.
Sebelumnya, bergabungnya milenial ke pasar modal otomatis membuat perdagangan saham lebih ramai. Rerata nilai transaksi harian saat ini menyentuh Rp21 triliun, dibanding tahun 2019 yang angkanya hanya Rp8 triliun.
Sayangnya, naiknya jumlah investor ini tak lantas diikuti dengan kemampuan yang mumpuni dalam melihat pergerakan harga saham. Tak sedikit dari mereka yang hanya mengandalkan ‘kicauan’ pada akun media sosial seperti twitter.
Investasi saham di pasar modal memang menarik, hanya dengan Rp100 ribu, sudah bisa melakukan investasi. Sayangnya, bagi mereka yang masih ‘hijau’ ini, Rp100 ribu seolah-olah tidak memberikan hasil maksimal dalam berinvestasi. (int)
Pertumbuhan Pesat Investor Retail di Pasar Saham
×

