MAROS, BKM — Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Maros mengevakuasi sarang tawon jenis vespa di pekarangan Sekolah Dasar Negeri 48 Bonto Kapetta, Kecamatan Lau, Kabupaten Maros.
Evakuasi dilakukan setelah Damkar Maros menerima laporan terkait lebah yang di anggap meresahkan warga setempat dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.
Proses evakuasi berlangsung Rabu malam (3/2) sekitar pukul 20.00.
Sarang tawon tersebut menempel pada batang pohon setinggi tiga meter.
Karena dianggap cukup berbahaya, tim Animal Rescue Damkar melakukan evakuasi pada malam hari yang jauh dari pencahayaan.
”Kita dapat laporan pas pagi jam 08.00 Wita bahwa ada sarang tawon jenis vespa yang bersarang di lingkungan sekolah. Karena ini berbahaya, jadi saya dan tim mengevakuasinya malam hari biar lebih aman,” kata Kasi Ops Damkar Maros saat dihubungi awak media.
Personel Damkar Maros berseragam khusus menggunakan metode bius dengan penyemprotan cairan bahan bakar Pertalite sebelum mengevakuasi sarang tawon yang berada di ketinggian sekitar 3 meter di atas pohon.
”Metode yang digunakan adalah metode bius atau penyemprotan bahan bakar jenis Pertalite. Metode ini lebih efektif dan lebih membunuh tawon dibanding menggunakan cairan pembunuh serangga lainnya,” ujarnya.
Berselang 20 menit tim Animal Rescue Damkar Maros akhirnya berhasil menurunkan sarang tawon jenis vespa tersebut.
Sementara itu, salah seorang guru di sekolah tersebut bernama Sumarni, mengatakan, dirinya baru melihat sarang tawon tersebut.
Meski belum ada korban tapi ini sangat berbahaya. ”Ini baru saya tahu tadi pagi kalau ada sarang tawon di atas sana. Selama ini tidak kelihatan karena tertutup pohon. Saat ini belum ada korban yang tersengat dan semoga itu tidak terjadi,” katanya. (ari/b)

