JENEPONTO, BKM — Warga Kampung Uma, Dusun Tonroa, Desa Bontomatene, menyerbu kantor Desa Bontomatene, Kecamatan Turatea, Kabupaten Jeneponto, Senin pagi (8/2) sekitar pukul 10.00 Wita,
Menurut Saleng, salah seorang warga Kampung Uma, Dusun Tonroa yang terdampak banjir bandang tahun 2019 lalu, kedatangan masyarakat Kampung Uma Dusun Tonroa, ke kantor Desa Bontomatene untuk mempertanyakan pembagian bantuan untuk korban bencana banjir bandang tahun 2019.
Pasalnya, bantuan tersebut diduga telah disalahgunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Adapun bantuan yang diduga tidak disalurkan berupa tabung elpiji kemasan 3 kg sebanyak 37 buah, atap seng, papan, dan balok berkisar dua mobil tongkang.
”Saya pernah menerima kompor gas. Namun tabung gasnya tidak tersalurkan kepada warga terdampak banjir bandang pada tahun 2019 silam,” kata Saleng.
Warga juga menjelaskan, bantuan tersebut pada saat itu dikelola Dusun Tonroa. Namun barang bantuan untuk korban bencana di Kampung Tonroa sebanyak dua mobil truk, tidak diketahui rimbanya. Karena bantuan itu diduga tidak tersalurkan kepada warga.
Mereka meminta kepada Kepala Desa (Kades) Bontomatene, Yusuf Kr Jalling, agar aspirasi dugaan penyelewengan ini diteruskan kepada pihak penegak hukum. Baik itu aparat kepolisian maupun kejaksaan untuk memproses pelaku yang telah menyelewengkan bantuan orang susah yang terdampak banjir.
Di tempat yang sama, Kepala Dusun Tonroa, H Ahmad Sijaya, menyikapi atas tudingan tersebut, mengatakan, dirinya hanya kepala dusun. Masih ada atasan soal pembagian korban bencana di Kampung Dusun Tonroa.
”Saya hanya menjalankan sesuai perintah camat dan kepala desa pada saat itu,” kata Kepala Dusun Tonroa, H Ahmad Sijaya.
Kepala Desa Bontomatene, Yusuf Alim, mengatakan, terkait adanya sekelompok warga Dusun Toroa, dirinya selaku pemerintah setempat tetap menerima kedatangan mereka seperti apa tuntutannya.
”Terkait bantuan bencana banjir bandang pada tahun 2019 lalu, saat itu saya juga bagian dari masyarakat. Karena saya baru dilantik sebagai kepala Desa Bontomatene pada tahun 2020 kemarin. Jadi persoalan ini yang tahu persis adalah pemeritahan sebelumnya. Insya Allah, persoalan ini kami akan fasilitasi untuk mempertemukan warga Dusun Tonroa dengan pemerintah sebelumnya dan camat Binamu, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas,” ungkap Yusuf Alim. (krk/c)
Warga Serbu Kantor Desa Bontomatene
×

