JAKARTA, BKM — Saham PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) dibuka melonjak 4,34 persen menjadi Rp1.805 per saham pada pembukaan Sesi II perdagangan Senin (15/2), pukul 13:39 WIB.
Kenaikan harga saham ini merespons kinerja keuangan perusahaan 2020 yang melesat luar di tengah pandemi Covid-19. Sejak pagi, BBTN selalu berada di zona hijau setelah pada perdagangan Kamis (11/2) terkoreksi 0,57 persen di posisi Rp1.730 per saham. Tercatat aksi beli bersih saham BBTN yang dilakukan asing di pasar reguler senilai Rp8,40 miliar dengan volume 24,32 juta saham senilai Rp43,24 miliar.
BBTN tercatat memiliki PER (price earning ratio sebesar 12,70 kali dengan Price to Book Value (PBV) sebesar 1,08 kali.
Pada Senin (15/2), PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) melaporkan laba bersih Rp 1,6 triliun pada 2020. Angka tersebut melesat 700 persen dibandingkan perolehan laba bersih 2019 yang tercatat hanya Rp200 miliar.
”Bisa dibilang, bukan hemat CKPN. Tapi laba operasional pra-provisi atau sebelum pencadangan tumbuh, laba operasional tumbuh 400 persen. Non housing turun, tapi housing subsidi tumbuh 8,63 persen. KPR sekarang sudah Rp200 triliun. Dimana subsidi Rp120 T, non subsidi Rp79 T sampai Rp 80 T,” kata Plt Direktur Utama BTN, Nixon Napitupulu, saat paparan kinerja, Senin (15/2).
Nixon menambahkan, KPR dan KPA mengalami penurunan, khusus untuk segmen rumah dan apartemen senilai Rp1 miliar.
Selain itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) BTN pada 2020 mengalami kenaikan. Dengan demikian LDR turun ke 93 persen. (int)
Saham Bank BTN Melonjak
×

