GOWA, BKM — Usai program desa sapi, kembali Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa menggagas kerjasama pengembangan sapi perah.
Rencana pengembangan sapi perah ini dijajak bersama Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian RI dan PT Cisarua Mountain Dairy (Cimory).
Rencana itupun dibahas bersama ketiga pihak secara virtual, Sabtu (13/2).
Dalam virtual tersebut, Dirjen PKH Kementan RI, Nasrullah, mengatakan, rencana kerjasama ini merupakan bagian dari program super prioritas dan program peternakan Kementan RI.
Nasrullah menjelaskan, ke depan rencana kerjasama ini bakal mengadopsi model sistem pengembangan peternakan sapi perah yang kembangkan Cimory.
”Model itu yang akan diterapkan di Kabupaten Gowa sebagai langkah awal. Mengingat, di Kabupaten Gowa belum ada peternakan sapi perah. Medium scale seperti di Rancamaya itu rencana kita akan duplikasi di Kabupaten Gowa. Karena ini merupakan prototype awal yang bisa dipertanggungjawabkan untuk menghasilkan produk yang maksimal,” kata Nasrullah.
Sementara itu, pemilik PT Cimory, Bambang Sutantio, berharap, ke depan ada kerjasama teknis peternakan sapi perah. Pihaknya juga akan membantu memasarkan susu yang dihasilkan nanti dalam bentuk market wisata.
”Jadi kita akan masuk satu paket market wisatanya. Mungkin kita akan mulai dengan restoran dan pabrik susu sesuai hasil peternakan yang ada di Kabupaten Gowa,” kata Bambang.
Untuk tahap awal khususnya dalam kerjasama peternakan pihaknya membutuhkan lahan 3 sampai 5 hektare untuk kandang, fasilitas, dan pemerahan. Kemudian lahan hijauan untuk pakan ternak 20 hektare.
Sementara pemasarannya, kata Bambang, pihaknya membutuhkan 5 hektare untuk pembangunan kafe dan resto.
”Kalau resto sebaiknya mendekati jalan utama supaya mudah dijangkau oleh turis atau wisatawan. Kita butuhkan lahan 5 hektare,” kata Bambang.
Terkait itu, Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan, menyatakan kesiapannya mempersiapkan lahan yang dibutuhkan. Adnan menyebutkan pihaknya telah menyiapkan beberapa alternatif lahan yang berada di wilayah Kecamatan Tinggimoncong dan Tombolopao.
Adnan menyebutkan, ada tiga lokasi yang disiapkan untuk investasi Cimory di Kabupaten Gowa. Pertama ada di Kelurahan Pattapang, kemudian lahan rencana pembangunan kebun raya Malino dan lahan bekas pabrik markisa di Kecamatan Tombolopao.
”Ketiga lahan yang kami usulkan ini semuanya sudah clear. Kami juga sudah melakukan rapat dengan BPKH, kemudian BKSDA dan awal Maret ini sudah dilakukan tata batas oleh BPKH/. Sehingga Insya Allah, lahan-lahan yang telah kami sebutkan akan menjadi prioritas utama dalam penyelesaian tata batas,” kata Adnan dalam virtual didampingi Pj Sekkab Gowa, Kamsinah, dan sejumlah pimpinan SKPD terkait serta camat. (sar)

