pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

IDI Tolak Sekolah Tatap Muka

Kasus Covid-19 Masih Tinggi di Sulsel

MAKASSAR, BKM — Kasus penyebaran virus covid-19 di Sulsel masih sangat tinggi dengan menempatkan Makassar sebagai episentrum. Saat ini, Sulsel masih masuk dalam 10 besar provinsi dengan angka kasus yang cukup besar.

Menurut Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Makassar, dr Siswanto Wahab Sp.KK, jika berbicara fakta dan mengacu pada data yang ada, maka aktivitas yang melibatkan banyak orang masih harus dilarang. Termasuk sekolah tatap muka.
Saat ini, beredar informasi jika Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel, Muhammad Jufri tengah mempertimbangkan pembukaan sekolah tatap muka secara bertahap. Pembukaan sekolah tatap muka ini dikhususkan bagi siswa kelas XII jenjang SMA/SMK.
Tentu saja kebijakan tersebut mendapat penolakan Keras Ikatan Dokter Indonesia Kota Makassar.
Siswanto mengemukakan, perlu diingat ada tiga poin penting yang perlu diperhatikan menyangkut masa depan anak. yakni hak anak hidup, hak anak sehat, dan hak anak untuk mendapatkan pendidikan.
Apalagi, sampai saat ini, proses vaksinasi belum menyentuh guru maupun siswa.
“Siapa yang mau bertanggung jawab jika anak-anak kena covid-19. Anak-anak bisa terpapar di sekolah, bisa kena saat pergi atau pulang ke sekolah. Setelah itu, membawa virus ke keluarga. Dampaknya terjadi klaster sekolah serta meninggi lagi klaster keluarga,” beber Siswanto, didampingi Humas IDI Makassar, Dr Wahyudi Muchsin, Selasa (23/2).
Lebih jauh dikemukakan, IDI Kota Makassar mendukung kebijakan yang dikeluarkan akhir tahun 2020 lalu oleh
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).
IDAI menegaskan, perlu ada perhatian menyangkut dukungan terhadap kesehatan dan kesejahteraan anak. Salah satunya adalah penundaan pembukaan sekolah untuk kegiatan pembelajaran tatap muka hingga guru dan peserta didik semua sudah di vaksin covid-19.
Menurutnya, seluruh warga sekolah, termasuk guru dan staf, merupakan sebagai bagian dari masyarakat yang memiliki risiko yang sama untuk tertular dan menularkan Covid-19.
Idealnya, untuk Sulawesi Selatan, dalam sehari, dilakukan 1200 hingga 1300 pemeriksaan swab/PCR di luar pemeriksaan penderita covid-19.
Selain itu, lanjut Siswanto, jika berbicara pendidikan disiplin hidup bersih dan sehat, penerapan protokol kesehatan dari rumah hingga ke sekolah menjadi bagian di dalamnya.
“Termasuk mempersiapkan kebutuhan penunjang kesehatan anak seperti masker, bekal makanan dan air minum, pembersih tangan, hingga rencana transportasi harus steril. Intinya, IDI Makassar menolak kebijakan buka sekolah saat covid-19 masih tinggi di Sulsel,” pungkas Dokter Anto.
Sebelumnya, Kadisdik Sulsel, Muhammad Jufri mengaku, pemprov telah mempertimbangkan pembukaan sekolah tatap muka secara bertahap yang dikhususkan bagi siswa kelas XII jenjang SMA/SMK.Usulan ini mempertimbangkan persiapan menghadapi ujian akhir sekolah (UAS).
“Kenapa ini dilakukan, karena mereka (siswa kelas XII SMA/SMK) akan ujian akhir sekolah, dan persiapan mereka untuk mendaftar ke perguruan tinggi,” tutur Jufri.
Rencana ini juga berdasarkan evaluasi pembelajaran jarak jauh (PJJ) di masa pandemi. Dari pantauannya di sejumlah sekolah, pembelajaran dengan sistem daring dianggap memberatkan guru.
“Beberapa keluhan guru-guru kita, misalnya yang mengajar mata pelajaran yang memang sehari-harinya membutuhkan papan tulis. Misalnya, matematika, fisika, kimia, biologi. Khususnya fisika itukan kalau menjelaskan butuh menulis di papan tulis untuk menurunkan rumus,” urai dia.(rhm)



×


IDI Tolak Sekolah Tatap Muka

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar