MAKASSAR, BKM — Webinar nasional Vestanesia dengan tema; Indonesia Lumbung Pangan dunia 2045 melalui Inklusi Keuangan dan Kontribusi Pemuda di Sektor Pertanian dilaksanakan, Minggu (28/2) bertepatan dengan Hari Gizi Nasional. Webinar ini bertujuan untuk merefleksi cita-cita Indonesia untuk menjadi lumbung pangan dunia di usia seabad Indonesia pada tahun 2045.
Selain itu, webinar ini membahas inklusi keuangan di sektor pertanian agar semua pemuda memiliki kesempatan yang sama dalam sektor pertanian dan mendorong kontribusi pemuda di sektor pertanian. Diskusi dihadiri sekitar 242 orang, baik melalui zoom meeting maupunYoutube live. Webinar dipandu dan diarahkan oleh Dimas Arfiansyah.
Tujuh narasumber dalam webinar nasional ini. Mereka memiliki latar belakang dan perspektif berbeda. Keynote speaker anggota DPR RI Dr HA Yuliani Paris yang membahas tentang inovasi teknologi. Mulai dari potensi sumber daya yang ada di negara hingga potensi dilahirkannya startup atau ide bisnis di berbagai sektor, khususnya di bidang pertanian.
Potensi ini juga disambung dengan pemaparan Dr HAM YusranParis, selaku pemateri kedua. Ia mengungkapkan bahwa peran pemuda sangat dibutuhkan dalam mewujudkan potensi sumber daya yang ada.
Kemudian ditambahkan dari perspektif ilmu ekonomi bisnis oleh Dr H Mashur Razak selaku pemateri ketiga, yang dapat dikembangkan oleh pemuda, khususnya para mahasiswa dalam menciptakan inovasi imovasi yang berguna dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Adapun menurut Dr Ing Mahirbayasut selaku pemateri keempat, saat ini sudah saatnya untuk mengubah persepsi para lulusan akademisi atau pemuda yang mulanya para jobseeker atau pencari kerja menjadi para penyedia lapangan kerja. Dengan mendorong minat kewirausahaan pemuda dan juga minat di bidang startup akan mendorong terciptanya lapangan kerja baru.
”Sektor pertanian juga memiliki potensi yang masih dapat terus digali oleh pemuda. Oleh karena itu banyak program inovasi yang dibuat pemerintah untuk mendorong hal tersebut,” ujarnya.
Hal ini juga senada dengan pendapat Prof Dr MusliarKasim selaku materi kelima. Ia memberikan gambaran potensi pertanian ke depannya yang dapat dijadikan sebagai ladang usaha bagi para mahasiswa, khususnya mahasiswa pertanian.
Contohnya pada budidaya padi dengan menggunakan metode SRI, ia menunjukkan kelebihan dan potensi dari produksi pertanian hingga peluang ke depannya. ”Saat ini masih banyak mahasiswa pertanian yang belum sadar akan potensi pertanian, sehingga lebih memilih untuk berkecimpung di bidang lain walaupun sebagai alumni pertanian,” terangnya.
Pemateri keenam Muhammad Wafiq sebagai sosok pemuda yang berkecimpung di sektor pertanian, mendorong kebanggaan pertanian dengan platform banggabertani. Ia mengaku ingin fokus pada pengembangan SDM di sektor pertanian melalui platform tersebut.
Pemateri ketujuh Muh Ilmi Ikhsan Sabur dari Vestanesia mengemukakan solusi atas tantangan pertanian hari ini, yakni dominasi dari petani berumur lanjut usia. Menurutnya, untuk mendorong minat pemuda ke sektor pertanian dengan memadukan pertanian digital mengingat pemuda hari ini didominasi oleh generasi Z yang merupakan digital natives.
Melalui Vestanesia, ia ingin membuat peluang yang sama bagi setiap pemuda untuk berkontribusi di sektor pertanian dengan menghubungkan semua orang sektor pertanian untuk berkolaborasi dengan urunan dana guna membantu pengembangan usaha pertanian petani muda. Ia bermimpi untuk menjadikan profesi petani menjadi salah satu cita-cita anak SD dan menantu idaman. (rls)
Webinar Vestanesia Dorong Minat Pemuda untuk Bertani
×

