ENREKANG, BKM — Tujuh komplotan pencuri sarang burung walet di Kabupaten Enrekang terancam hukuman tujuh tahun penjara lantaran kepergok mencuri sarang burung walet milik korban H Saiful di Jalan Industri. Mereka yakni warga kabupaten Enrekang MH (23), A (41), (MR) 22, (J) 20, ( JD), 25, (IM) 27 dan (MA) 13.
Kapolres Enrekang AKBP Andi Sinjaya, mengatakan akibat perbutanya ketujuh komplotan pencuri sarang burung walet terancam kurumngan penjara selama tujuh tahun penjara kerna dengan sengaja melawan hukum sesuai dengan Pasal 363 ayat (1) ke-4 dan ke-5 KUHP jo pasal 65 ayat (1) KUH-Pidana dan Pasal 363 ayat (1) ke-4 dan ke-5 KUHP jo Pasal 56 KUH-Pidana.
“Pelaku dijerat pasal 363 KUHP dengan ancaman kurungan tujuh tahun penjara,” ujar Andi Sinjaya didampingi Kasat Reskrim AKP Saharuddin saat menggelar pengungkapan kasus di Mapolres, Kamis (4/3),” ujarnya.
Ia mengatakan pencurian dilakukan tersangka sebanyak 15 kali sejak November 2020- Februari 2021. Pada Minggu (21/2) anggota Resor Unit Pidum, Resmob dan Polesk Enrekang berhasil melaukan penangkapan para pelaku secara bersamaan dikediaman masin-masing.
“Penangkapan pelaku pencuri sarang burung dilakukan pada Minggu (21/2) dikediaman masing-masing tersangka,” ungkap Andi Sinjaya.
Menurutnya, hasil curian sarang burung walet tersebut dijual kepada salah satu penada di Kabupaten Pinrang mencapai ratusan juta rupiah selama 15 kali pencurian sarang burung walet.
“Hasil curian para pelaku dijual di Kabupaten Pinrang,”ujar Andi Sinjaya.
Ia menambhkan sementara satu orang pelaku yang masih dibawah umur tidak dilakukan penahanan.Namun,diproses sesuai dengan undang-undang peradialan anak.
“Pelaku satu orang yang masih dibawa umur diproses sesuai dengan undang peradilan anak,” jalas Andi Sinjaya sembari berharap kasus pencurian ini tidak terulang lagi. (her/C)
Tujuh Pencuri Sarang Walet Terancam Tujuh Tahun
×

