BARRU, BKM — Perjalanan karir Bupati Barru Suardi Saleh bermula di Pemkab Maros saat diangkat sebagai PNS dengan latarbelakang sebagai Insinyur dari Jurusan Teknik Sipil Unhas.
Dari Pemkab Maros pindah ke Pemkab Pinrang. Di daerah ini Suardi lagi-lagi diberi amanah memimpin OPD Dinas Pekerjaan Umum sesuai bidang keahliannya.
Dari birokrat-teknokrat kemudian pulang kampung ke tanah kelahirannya di Barru. Disinilah Suardi mulai merambah dunia politik melalui Partai Nasdem dan mengantarnya menduduki kursi Wabup hingga bupati untuk periode keduanya kini. Nasdem tak hanya mengantarnya ke kursi bupati tapi juga berhasil mengantarkan istrinya Hj Hasnah Syam melenggang ke senayan sebagai anggota DPR RI.
Keputusannya pensiun dini enam tahun lalu tak sia-sia. Saat maju menjadi Wabup Barru tahun 2005 mendampingi Idris Syukur, pasangan ini berhasil keluar sebagai pemenang. Ini semua tidak lepas dari bimbingan guru politiknya mantan Bupati Pinrang (alm) Andi Nawir.

Kariernya sebagai politisi terus meroket ketika didaulat sebagai Ketua DPD Partai Nasdem Barru. Setahun menjabat Wabup, Suardi naik kelas menjabat Bupati Barru setelah Idris Syukur ditahan Kejati Sulsel dalam pusaran kasus suap.
Dalam percaturan politik, Suardi mendisiplinkan diri dan mengelola rencana terstruktur dan terorganisir. Maka tak heran di hajatan Pileg, partai yang dipimpinnya meraih torehan yang fenomenal sebagai peraih suara terbanyak dengan lima kursi di DPRD Barru sekaligus mendapatkan kursi Ketua DPRD.
Sementara istrinya yang bertarung di dapil Sulsel 2 yang digelar dapil neraka karena dihuni para politisi nasional mampu ditaklukkan. Hj Hasnah Syam melenggang ke senayan.
Di Pilkada 2020 tangan dingin Suardi kembali diuji. Ditengah pandemi covid-19, Suardi yang berpasangan Aska Mappe berhasil keluar sebagai pemenang dengan 46 persen suara. Meski kemenangannya kali ini harus berujung ke MK tapi tetap saja dewi fortuna berpihak kepada pasangan ini. MK mengukuhkan keputusan KPU Barru sekaligus gugatan para rivalnya di tolak MK.
“Saudaraku, saatnya bekerja dan mengabdi kepada masyarakat, tidak boleh lagi ada 1, 2 atau 3 yang menyekat kita, hilangkan semua ego sektoral yang menghimpit dada, lapangkan hati seluas luasnya, mari bersatu dalam visi yang satu, menghimpun ide ide terbaik, saling bergandengan tangan, mewujudkan Kabupaten Barru yg maju, sejahtera dan lebih baik lagi, Insyaa Allah,” ujar Suardi.
Suardi juga menyampaikan terima kasih atas segala doa, beserta saran maupun kritik. Semua tujuannya untuk kemajuan daerah kita, Insyaa Alah dengan semangat kita, dengan persatuan kita , kita dapat mewujudkan Barru yang lebih maju dan sejahtera, Aamiin YRA, Salamaki semua,” urainya.
Selama memimpin Barru, Suardi meriah berbagai penghargaan atas prestasi pembangunan yang telah dicapai. Pembangunan infrastruktur publik telah mampu diwujudkan.
Indeks Pembangunan Manusia dari 69,07 tahun 2016 menjadi 70,6 tahun 2019, angka harapan lama sekolah dari 13,54 tahun 2016 menjadi 13,57 tahun 2019, rata-rata lama sekolah dari 7,61 tahun 2016 menjadi 7,96 tahun 2019, angka harapan hidup dari 68,16 tahun pada tahun 2016 menjadi 68,91 tahun pada tahun 2019. Tingkat pengangguran terbuka dari 6,67 persen pada tahun 2016 turun menjadi 5,79 persen pada tahun 2019. Persentase penduduk miskin dari 9,45 persen pada tahun 2016 turun menjadi 8,57 persen pada tahun 2019. Sementara untuk indikator ekonomi. Pertumbuhan ekonomi dari 6,09 persen tahun 2016 menjadi 7,41 persen tahun 2019. Pendapatan per kapita dari Rp. 31.703.441 tahun 2016 menjadi Rp. 41.710.000 tahun 2019. Kemampuan daya beli dari Rp. 10.160.000 tahun 2016 menjadi Rp. 10.911.000 tahun 2019. Sementara pengelolaan keuangan, Kabupaten Barru mendapat opini Wajar Tanpa Pengecualian( WTP) selama empat tahun berturut-turut sejak tahun 2016. (udi/C)

