POLMAN, BKM — Wacana pembentukan Kabupaten Balanipa mulai dipertanyakan dan sampai sejau mana perekembangannya. Saat ini wacana tersebut terkesan mandeg padahal andaikata Kabupaten Balanipa terbentuk berpotensi mempercapat pelayanan pembangunan dan pemerintahan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Salah seorang tokoh masyarakat Kabupaten Polman, H Tahir ketika ditemui mengaku mendukung terbentuknya Kabupaten Balanipa. Alasannya pelayanan pemerintah kepada warga sekitar menjadi lebih dekat dan pembangunan infrastruktur bisa makin berkembang.
Tokoh masyarakat Wonomulyo, Pujianto berharap semoga proses pembentukannya tetap berjalan meskipun kendalanya dari sisi pendanaan awal dalam pengurusan bolak balik ke pusat tetapada. Menurutnya siapa yang bersedia mendanai dan kedepan apa konsekwensi dari dana yang dikeluarkan terhadap orang yang mau mendanainya tersebut harus jelas. Selain biaya transport dan lain-lain untuk pengurusan ke pusat juga butuh dana dalam membentuk kelembagaan daerah dan lain-lain, setelah kabupatennya resmi terbentuk.
Dia optimis penbentukannya bisa selesai karena dampaknya sangat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan lebih mendekatkan kepada pelayanan masyarakat.
Tokoh Masyarakat Kecamatan Tapango. Jamal Haruna, merasa senang jika Kabupaten Balanipa terwujud. Gagasan pembentukan Kabupaten Balanipa diakui gagasan dari Gubernur Sulbar saat menjabat Bupati Polman periode pertama. Jamal mengakui dirinya ikut rapat membahas hal itu semasa ABM menjabat Bupati Polman dan dibahas dilantai 2 ruang pola saat itu.
”Saya hadir dalam kapasitas sebagai Kepala Desa Rappang. Sayaberharap semoga pembentukan Kabupaten Balanipa sebagai pemekaran dari Kabupaten Polewali Mandar bisa terealisasi,” ucapnya. (*)

