MAKASSAR, BKM–Ketua DPW Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Sulawesi Selatan, Ns. Abdul Rakhmat mengatakan, peran dan tugas yang dilakukan perawat sangat penting sebagai garda terdepan melawan covid-19. Apalagi, pada peringatan hari perawat, 17 Maret merupakan momen dalam melihat perjuangan para perawat.
“Tahun ini kami sengaja mengangkat tema perawat tangguh, Indonesia bebas covid dan masyarakat sehat sesuai dengan fakta di lapangan. Bahwa perawat adalah salah satu dari dari sekian banyak tenaga kesehatan yang insyaallah tetap eksis menjadi garda terdepan dalam hal pelayanan covid-19. Bahkan menjadi tembok pertahanan terakhir negara melawan pandemi covid,” ungkapnya saat dikonfirmasi, akhir pekan lalu.
Lanjut Abdul Rakhmat, bahwa sesuai fakta di lapangan sudah banyak teman-teman perawat yang terpapar virus ini, dan sebagian besar dirawat di rumah sakit. Bahkan ada sembilan orang perawat di Sulsel gugur sebagai pejuang kemanusiaan.
“Tentu dengan hari perawat ini kami berharap teman-teman yang masih berjibaku tetap semangat dan menjaga protokol kesehatan dan menjaga imunitas. Karena satu perawat yang gugur sangat merugikan kita tentunya,” bebernya.
Sebagai organisasi profesi yang menaungi perawat khususnya di daerah Sulawesi Selatan, jumlah 125 orang perawat yang gugur di seluruh Indonesia adalah sebuah keprihatinan yang sangat dalam.
“Makanya kami membentuk sebuah akses komunikasi headland 177 ekstensi 3 untuk membantu perawat. Ini adalah sebuah akses emergency yang bisa dimanfaatkan oleh para nakes untuk mendapatkan akses percepatan layanan. Jadi misalnya ada perawat yang dirawat di rumah sakit kemudian terjadi masalah ketersediaan obat maka bisa menghubungi akses emergency tersebut,” jelasnya.
Ini adalah salah satu langkah yang bisa dilakukan untuk menurunkan angka gugurnya para para perawat melawan covid-19. Selain itu, jelas dia, pihaknya intens berkoordinasi dengan pemerintah terkait pelayanan penginapan teman-teman yang jadi petugas covid-19.”Alhamdulillah pemprov sejauh ini masih mendukung menyediakan fasilitas hotel untuk temen-temen yang bertugas, sehingga tidak lagi khawatirperawat atau tenaga kesehatan berkumpul dengan keluarganya ketika ia menjalani tugas sebagai petugas covid,” tambahnya.
Dirinya juga berharap kedepan perawat yang menangani covid-19 tetap menjaga keamanan diri bentuk patuh terhadap SOP dalam pemakaian APD. Kedua senantiasa meningkatkan pengetahuan skill terkait penanganan covid dalam rangka memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan tentu tetap mematuhi protokol kesehatan dan prinsip-prinsip etik yang ada yang telah digariskan oleh organisasi.(ita)
9 Perawat Sulsel Gugur Melawan Covid-19
×

