BULUKUMBA, BKM–Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar Forum Group Discussion (FGD)guna mengevaluasi pelaksanaan pemilihan bupati dan wakil bupati (pilbup) Bulukumba yang dihelat 9 Desember 2020 pada Selasa (23/3).
Dalam kegiatan itu, KPU Bulukumba menghadirkan komisioner Bawaslu Bulukumba, Kesbangpol, Ormas dan organisasi kepemudaan serta fasilitator dari perguruan tinggi swasta yang ada di Bulukumba.
Dr. Hj. A. Sumrah AP. MSi, sebagai fasilitator FGD menyebutkan bahwa ada peningkatan kwalitas pemilihan yang di raih oleh KPU Bulukumba.
“Capaian KPU ini patut kita apresiasi, meski dalam kondisi pandemic. KPU Bulukumba tetap mampu melaksanakan prosesi Pilkada dengan baik dan tetap sesuai dengan protokoler kesehatan”, jelas Dr. Hj. A. Sumrah AP. MSi
Hj. Sumrah menyampaikan, bahwa capaian sebelumnya diraih oleh KPU Bulukumba hanya 72%. Namun pilbup kali ini KPU mampu meningkatkan menjadi 74%. Meski meningkat 2%, namun ini sudah luar biasa lantaran mampu meningkat meski dalam kondisi pandemic.
Sementara itu, Bawaslu Bulukumba memiliki catatan tersendiri terkait dengan pelaksanaan pilbup pada Desember 2020 lalu.
“Terkait data pemilih, kami memiliki catatan tersendiri bagi teman-teman di KPU”, ungkap Abdul Rahman
Menurut Abdul Rahman, mestinya data pemilih bisa diserahkan kepada Bawaslu dan partai politik, demi menghindari hal-hal yang memungkinkan bisa terjadi.
Berkaitan dengan netralitas ASN itu sendiri, Bawaslu Bulukumba menemukan sedikitnya 27 kasus ASN yang disinyalir tidak netral.
“Kasus Money politik juga ada 1 kasus yang terbukti, dan pelakuya sudah ditahan dengan ancaman 3 tahun penjara” urai Abdul Rahman
Ketua KPU Bulukumba kaharuddin yang dimintai tanggapan terkait adanya kepala lingkungan yang juga menjabat sebagai ketua KPPS, menyebutkan bahwa sebelum ditetapkan calon KPPS. Ada proses tanggapan masyakat yang telah disiapkan oleh pihaknya.(min/rif/c)
KPU Bulukumba Gelar FGD Evaluasi Pilbup
×

