JENEPONTO, BKM–Dari 40 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jeneponto hanya satu yang tidak takut menjalani vaksin yakni wakil Ketua II DPRD Jeneponto HM Imam Taufiq Bohari.
Kegiatan vaksin i Covid-19 yang digagas pemerintah untuk memutus mata rantai virus corona ternyata tidak direspon baik oleh banyak wakil rakyat dengan berbagai alasan menghindar dengan alasan sedang melakukan kunjungan kerja keluar daerah atau berbagai keperluan pribadi lainnya.
Vaksinasi Covid-19 tahap pertama yang digelar untuk pimpinan, anggota dewan dan staf sekretariat DPRD Jeneponto oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Jeneponto, berlangsung sejak Jumat (26/3).
Namun dari 40 anggota dewan hanya satu anggota yang berhasil menjalani vaksinasi.
“Alhamdulillah, saya telah menjalani vaksinasi Covid-19 tahap pertama kemarin,” ungkapnya kepada awak media, Sabtu (27/3).
Imam Taufik membenarkan bila dari 40 anggota DPRD Jeneponto yang seharusnya menjalani vaksinasi Covid-19, hanya dirinya yang menjalani vaksinasi.
Mengenai keberadaan anggota DPRD Jeneponto lainnya yang seharusnya menjalani vaksinasi, Imam Taufik tidak mengetahui secara pasti apakah takut divaksin atau mungkin ada kegiatan keluar daerah untuk koordinasi dan konsultasi.
Kasubag Humas dan Protokol DPRD Jeneponto Sri Wahyuni mengatakan vaksinasi Covid-19 tahap pertama ini dilaksanakan Dinas Kesehatan Jeneponto untuk ASN dalam lingkup Pemkab Jeneponto.
Sri Wahyuni menambahkan bahwa vaksinasi ini wajib diikuti seluruh pimpinan dan anggota DPRD Jeneponto, ASN dan staf kontrak serta honorer di DPRD Jeneponto. Menurutnya pelaksanaan ini merupakan ikhtiar bersama untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. (krk/rif/c)
39 Anggota Dewan Takut Divaksin
×

