SOPPENG, BKM — Bupati Soppeng, HA Kaswadi Razak bersama Wabup H Lutfi Halide menghadiri acara pencanangan program asbatik (ASE BALE ITIK) di BPP Liliriaja, Senin (19/4).
Bupati dan Wabup memulai melakukan pelepasan ikan dan itik di lingkungan persawahan BPP (Balai Penyuluh Pertanian) Liliriaja dilanjutkan penanaman tanaman hidroponik.
Kadis Pertanian, Fajar menyampaikan, ada empat program yang digagas di BPP yakni program Asbatik adalah kegiatan menanam padi dengan memelihara ikan dan itik, dan jika semuanya berjalan dengan baik maka akan menghasilkan nilai tambah bagi masyarakat.
Memanfaatkan pekarangan dengan tanaman hidroponik. Selanjutnya, Meningkatkan pendapatan petani dengan memanfaatkan lahan kosong yang ada dan yang terakhir adalah desa yg tidak punya sawah, agar melakukan peningkatan pendapatan petani dengan teknologi tanam runtuh atau dengan berinovasi dengan ide-ide yang lain.
Wabup Soppeng dalam arahannya, masalah yang sering dihadapi teman-teman terutama kalau kita menanam varietas umum yang dari luar selalu ikut tumbuh rumput-rumput liarnya, sehingga dengan adanya pelepasan ikan dan itik ini, begitu baru mau tumbuh ikan dan itik akan memakannya dan aerasi tanah akan muncul.
Sementara itu untuk sayuran, berdasarkan pengamatan dipasar masih banyak sayuran yang dijual dari luar tapi kini terlihat bahwa masyarakat juga mulai menanam sayuran sendiri di pekarangan rumah masing-masing.
”Saya berharap agar perbankan bekerjasama penyuluh melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk membantu petani. Dia berharap agar penyuluh melakukan pendampingan yang maksimal kepada masyarakat, agar yang dihasilkan juga maksimal,” ujar Kadis.
Bupati Soppeng dalam arahannya, ini adalah niat dan tujuan yang akan kita capai bersama dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Analisa ekonomi juga perlu dilakukan, karena bisa menjadi modal besar untuk pertumbuhan ekonomi di Soppeng.
Termasuk pasca panen agar menjadi program yang membanggakan perencanaannya agar dilakukan dengan maksimal, schedule yang jelas untuk meminimalisir biaya dan nilai tambahnya.
Persoalan dengan biaya, kami akan bicarakan dengan perbankan selama analisis usahanya jelas. Dan ada beberapa hal yang harus menjadi perhatian serius, yang harus dipromotori seperti budaya kolam sawah yang saat ini mulai ditinggalkan. Persoalan bibit dan anggaran, biarlah pemerintah yang memikirkan. (ono/C)
Bupati Kaswadi Canangkan ASE BALE ITIK
×

