GOWA, BKM — Wakil Bupati (Wabup) Gowa, Abd Rauf Malaganni, meminta agar pembangunan bendungan Je’nelata di Kecamatan Manuju, bisa berjalan dengan baik atau tanpa kendala.
Wabup meminta agar seluruh tahapan pelaksanaan pembangunan bendungan Je’nelata disosialisasikan dengan baik kepada masyarakat. Khususnya pembebasan dan pengukuran lahan.
”Tentu harus ada kejelasan baik dari harga dan pengukuran. Semua itu harus jelas baik dari tim appraisal harus sejelas-jelasnya. Mudah-mudahan tidak ada pihak ketiga yang bisa membuat suatu masalah di Je’nelata ini,” tandas Wabup yang akrab disapa Kr Kio.
Rauf mengatakan, kondisi terbaik bisa terwujud bilamana semua masyarakat itu mendapat penjelasan yang sejelas-jelasnya dari pihak Balai Pompengan dan Badan Pertanahan. Karena masyarakat di Manuju itu tentu selalu membantu pemerintah. Dan ini tentunya berjalan dengan baik karena untuk kepentingan masyarakat.
Dirinya yakin dan percaya dengan transparansi dan keterbukaan masyarakat akan menerima dengan baik. Apalagi, pembangunan bendungan Je’nelata adalah untuk kepentingan bersama.
”Tentu dengan penjelasan dari pihak Pompengan maupun pertanahan yang transparan tidak ada yang ditutup-tutupi maka Insya Allah masyarakat Manuju akan menerima dengan baik,” tandas Wabup Gowa saat menerima kunjungan Penjabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengadaan Tanah Satuan Non Vertikal Tertentu (PT-SNVT) pembangunan bendungan, Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang (BBWSPJ) Muh Ikhsan Hatta di ruang kerja Wabup Gowa, Selasa (18/5).
Sementara itu, PPK Pengadaan Tanah SNVT Pembangunan Bendungan BBWSPJ, Muh Ikhsan Hatta, mengatakan, saat ini progres pembangunan Je’nelata memasuki tahap proses pengadaan tanah.
”Dalam waktu dekat ini adalah pembayaran tanah, yang kita utamakan ini ada di area tubuh bendungan sendiri, yaitu area kerja. Jadi kita punya planning kalau sudah dibebaskan itu setelah kontraktornya sudah siap dia langsung eksen di lapangan, tidak ada lagi kendala pembebasan lahan di daerah tersebut,” jelas Ikhsan.
Ikhsan menambahkan, kegiatan pengadaan tanah pembangunan bendungan Je’nelata saat ini yang sudah diukur seluas 131 hektare terdiri dari 500 bidang tanah dari total bidang tanah yang akan masuk dalam pembebasan lahan bendungan Je’nelata yaitu 3.004 bidang tanah dengan luas 1.722,28 hektare.
”Mudah-mudahan tidak lama lagi dilakukan pembayaran sambil kita menunggu ketersediaan anggaran dari Kementerian PUPR. Kalau sudah tersedia anggarannya di DIPA PPK Pengadaan Tanah, Insya Allah kita tinggal koordinasi dengan BPN Gowa dalam hla ini Ketua P2Tnya untuk kita musyawarah bentuk ganti ruginya kemudian kita lakukan pembayaran,” papar Ikhsan dihadapan Wabup didampingi Kadis Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Kabupaten Gowa, Abdullah Sirajuddin dan Dienul selaku Kabid Pertanahan Dinas Perkimtan Kabupaten Gowa. (sar)

