BONE, BKM — Para penumpang yang akan balik memadati Pelabuhan Penyebrangan Kapal Fery Bajoe menuju Pelabuhan Penyebrangan Kolaka Sultra.
Padatnya arusbalik pasca Hari Raya Idulfitri 2021 memaksa aparat siaga penuh. Seluruh penumpang yang akan menyebrang tak cukup dengan hanya mengantongi tiket kapal tapi juga wajib
memiliki surat keterangan rapid antigen, sebagai salah satu syarat masuk ke kapal.
Pengelola Pelabuhan, Polres Bone dan tim Medis membentuk dua posko di Pelabuhan Bajoe untuk pemeriksaan rapid antigen oleh Klinik Bhayangkara dan Kimia Ffarma untuk memperlancar penyebrangan.
Namun pengambilan Suket rapid antigen di Pelabuhan Bajoe ternyata disoal oleh sejumlah penumpang. Pasalnya, banyak penumpang yang membayar mulai Rp 200 ribu-Rp 400 ribu tapi tidak mendapatkan Suket tapi tetap bisa masuk ke kapal.
Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan ada 26 orang penumpang yang lolos ke kapal tanpa Suket antigen dan telah membayar di Pelabuhan Bajoe untuk pengambilan Suket.
Salah seorang perawat Kantor Kesehatan Pelabuhan Wilayah Kendari yang ditugaskan di Kolaka Erwin saat dikonfirmasi mengalui menemukan 26 penumpang yang tidak memiliki Suket rapid antigen.
“Iya benar, dari kapal yang tiba pada 18 Mei ada 26 orang ditemukan tidak memiliki Suket rapid antigen dan setiba disini mereka itu langsung diswab,” ujar Erwin, Rabu (19/5).
Ditambahkan Erwin, kapal yang tiba pada 19 Mei juga ditemukan 51 orang penumpang yang tidak memiliki Suket rapid antigen dan mereka tertahan di Pelabuhan Bajoe.
“51 orang ini kepada petugas mengakui Suket tidak diambil karena takut ketinggalan kapal sementara suketnya belum keluar. Tim medis Pelabuhan Bajoe telah mengirim data ke 51 orang tersebut bahwa benar telah menjalani rapid antigen,” jelas Erwin.
Sementara Koordinator Satuan Pelayanan (Korsatpel) Pelabuhan Penyebrangan Bajoe Ahmad Kadir mengatakan pihaknya tidak mengetahui soal itu bahkan saling lempar batu, dia mengatakan bahwa itu adalah kewenangan pihak ASDP.
“Maaf kalau terkait ini saya kurang tahu, coba konfirmasi ke ASDP, “singkatnya.
Sementara Manajer PT. ASDP Djamaluddin yang ditemui mengatakan juga mengaku tidak tahu soal penumpang yang menyebrang ke Kolaka dan tidak memiliki suket Antigen.
“Kalau pernyataan Koorsatpel Pelabuhan mengatakan kalau itu kewenangan kami di ASDP itu menurut saya salah. Namanya saja Koordinator Satuan Pelayanan masuk akal tidak ketika kami di ASDP yang punya kewenangan kan lucu, ” tandas Djamal.
Berdasarkan pantauan BKM di Pelabuhan Bajoe, pemeriksaan rapid antigen masih ketat dilakukan. Sejumlah penumpang rela mengambil antrian berjam-jam untuk diperiksa, karena ketika tidak memiliki Suket maka disuruh putar balik. (man/C)

