MAKASSAR, BKM– Potensi kerugian yang dialami Perumda Air Minum diakibatkan oleh kehilangan air setiap tahunnya cukup besar.
Direktur Utama Perumda Air Minum, Hamzah Ahmad, menyebutkan, potensi pendapatan yang hilang akibat kehilangan air bisa mencapai 40 persen dari total pendapatan.
“Bayangkan jika pendapatan Perumda Air Minum setiap tahun berkisar Rp24-26 miliar, berapa banyak pendapatan kita yang hilang akibat kehilangan air ini, ” ungkap Hamzah.
Dia melanjutkan, kehilangan air bisa diakibatkan beberapa faktor. Diantaranya meteran yang sudah tidak berfungsi secara maksimal, kebocoran pipa, dan pencurian air.
Menyikapi kondisi tersebut, Perumda Air Minum mengambil langkah cepat dengan melakukan penggantian meteran air pelanggan.
“Jadi sambil melakukan pengawasan pencurian air dan berkoordinasi dengan balai untuk penggantian pipa PDAM yang sudah tidak maksimal berfungsi, kami putuskan melakukan penggantian meteran air besar-besaran, ” ungkapnya saat ditemui di lokasi penggantian meteran air, Jalan Sukaria I, Rabu (3/6).
Rencananya, Perumda Air Minum akan mengganti 133 ribu meteran air pelanggan secara gratis. Meteran air yang diganti adalah meteran pelanggan yang sudah berusia di atas lima tahun.
Hamzah Ahmad turun langsung untuk mengganti meteran air pelanggan yang kondisinya sudah tidak layak. Jika tidak segera diganti berpotensi merugikan perusahaan dan pelanggan.
“Jadi dari tiga masalah tingkat kebocoran air, pergantian meteran ini yang paling cepat bisa kita lakukan, karena kalau tidaj diganti segera banyak potensi pendapatan kita yang hilang,” tegas Hamzah.
Dia berharap pergantian meteran ini bisa tuntas paling tidak tahun ini. Apalagi meteran air pelanggan yang kondisinya tidak layak ini sudah menjadi rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tiap tahunnya.
“Sampai tuntas 133 ribu meter. Tidak boleh tidak tuntas karena rekomendasi BPK. Kami targetkan pergantian meteran tuntas tahun ini,” ujarnya.
Hamzah menambahkan, upaya percepatan pergantian meteran air dilakukan dengan menjalin kerjasama dengan pihak eksternal.
“Kita sudah komunikasikan dengan panglima TNI kemudian dijembatani dandim Zipur (Zeni Tempur, Pasukan Khusus TNI). Kita sudah dapatkan kepastian, personel yang dikerahkan untuk tahap awal sekitar 200 orang. Sementara kita persiapkan peralatannya seperti kunci inggris dan kunci pipa dan id card atau atribut,” tutupnya. (rhm)

