JAKARTA, BKM — Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Saleh Partaonan Daulay, mengatakan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bertanggung jawab atas 60 persen produk makanan dan minuman salah satu produsen makanan dan minuman terbesar di dunia yang tidak sehat.
Saleh mengatakan BPOM telah lalai karena meloloskan produk-produk yang tidak layak edar itu. Ia mengatakan, kelalaian itu cukup parah. Karena produk-produk itu sudah diedarkan sejak lama.
”Kalau betul benar yang disampaikan 60 persen tidak sehat [BPOM] itu lalai. Saya kira BPOM harus bertanggung jawab,” ucap Saleh, Minggu (6/6).
Saleh mengaku menyayangkan kinerja BPOM selaku lembaga yang berada di hulu perizinan makanan, minuman, dan obat-obatan. Saleh mengatakan, seharusnya BPOM bisa mendeteksi lebih dini ada permasalahan dalam sejumlah produk tersebut.
Ia menilai, tidak ada alasan bagi BPOM untuk kecolongan. ”Enggak begitu dong. Harusnya mereka bekerja lalu mestinya temuan dari kita, bukan karena dapat (dokumen) bocor. Selama ini Badan POM tidak kerja dong? Mereka tidak bisa mendeteksi yang tidak sehat itu sampai setiap produk yang datang dari Eropa dianggap sudah sehat,” imbuhnya.
Saleh kuatir, dengan kasus tersebut banyak warga yang beranggapan produk yang dikonsumsinya tidak diuji dengan benar. Alhasil, berimbas pada kemerosotan pelayanan konsumen. Terkait itu, Saleh mendorong BPOM untuk lebih detail dalam menyeleksi produk yang boleh diedarkan, terutama produk impor.
”Mendorong pemerintah ke depan berhati-hati dalam memberikan izin pada produk-produk asing masuk ke Indonesia,” ujarnya. (int)

