MAKASSAR, BKM–Hingga saat ini informasi terkait penyaluran dana hibah untuk pariwisata di kota Makassar mulai tak terdengar lagi. Dewan meminta Pemerintah Kota Makassar untuk lebih serius memperjuangkan dana hibah pariwisata 2021 tersebut.
Dana hibah ini dianggap dewan, bisa sangat membantu pemulihan pariwisata di Makassar.
Diketahui, tahun lalu pemerintah gagal mengelola dana hibah patiwisata hingga tidak bisa dicairkan. Tahun ini DPRD Kota Makassar berharap Pemkot Makassar harus memperjuangkan untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat tersebut.
Apalagi pada 2020 lalu, tidak sedikit pelaku industri pariwisata yang menggantungkan hidupnya melalui dana hibah ini.
Wakil Ketua DPRD Makassar, Andi Suhada, menegaskan, gagalnya Pemkot Makassar mengelola dana hibah tahun lalu menjadi catatan buruk. Karena anggaran tahun lalu sebenarnya telah diberikan, tetapi tak kunjung dicairkan kepada pelaku industri pariwisata.
Walaupun begitu, Suhada berharap, Pemkot Makassar masih bisa mendapatkan bantuan dana hibah pariwisata. Terlebih anggaran yang dialokasikan tahun ini jumlahnya lebih besar dibandingkan tahun lalu yang hanya Rp3,3 triliun.
“Harapan kami tentu pemerintah kota bisa melobi kepada pihak kementerian pariwisata supaya dana itu bisa diberikan. Karema kita mau menghidupkan lagi pelaku industri pariwisata yang ada di Kota Makassar,” katanya.
Diketahui, Kememparekraf kembali mengalokasikan anggaran untuk membantu industri pariwisata di tengah pandemi Covid-19. Dana hibah yanh dikucurkan pada 2021 ini mencapai Rp3,7 triliun.
Anggota Komisi B DPRD Makassar, Mario David pun berharap, pemerintah pusat tetap mempertimbangkan Makassar sebagai penerima dana hibah.
“Tentu kita tidak mau kesalahan tahun lalu terulang kembali. Jangan sampai persoalan kecil yang sifatnya teknis, justru jangan anggap enteng. Semoga kita perbaiki lagi supaya dana hibah ini bisa tersalurkan tahun ini,” tutupnya.(nug)

