TAKALAR, BKM–Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar provinsi Sulawesi Selatan kembali merekomendasikan salah satu kadernya untuk mengikuti program pelatihan executive education program for young political leaders batch 2.
Kali ini giliran anggota Fraksi Golkar DPRD Takalar Wahyu Eka Putra mendapat kesempatan tersebut mengikuti program dari DPP Partai Golkar.
Nama anggota termuda di DPRD Takalar itu mendapat amanah mengikuti kegiatan di DPP Partai Golkar.
“Kegiatan yang diikuti oleh salah satu anggota dewan Takalar dari fraksi Golkar atas nama Wahyu Eka Putra merupakan sebuah persiapan menjadi pemimpin masa depan dipartai dan pemerintahan,”ujar Plt Sekretaris Golkar Takalar, H Ziaurrahman Mustari, Senin (14/6)
H Ziaurrahman Mustari yang pernah tercatat sebagai Komisioner KPU Sulsel ini menambahkan kegiatan yang dikuti oleh legislator Golkar tersebut juga sebagai bentuk proses pembelajaran dalam rangka membangun dan membesarkan Partai Golkar.
“Anggota dewan Golkar dibawa umur 40 tahun wajib mengikuti program executive education,”tandas H Ziaurrahman Mustari.
Wahyu Eka Putra saat dikonfirmasi sekaitan agenda kerja Partai Golkar tersebut membenarkan bila dirinya saat ini sedang berada diaula kantor DPP Partai Golkar guna mengikuti sebuah program pelatihan
“Kami akan mengikuti kegiatan ini selama beberapa hari kedepan, semoga melalui proses ini, kami bersama Partai Golkar Takalar akan terus bersinergi membesarkan partai,”ucap Wahyu Eka Putra.
Sebelumnya, DPD I Golkar Sulsel telah menunjuk Nasran Mone sebagai Plt Ketua Golkar Kabupaten Sinjai menggantikan Iskandar Latief yang dianggap masa jabatannya sudah berakhir.
“Iya saya gantikan karena masa jabatanya (Iskandar Latief) sudah habis sejak 15 Maret 2021, saya ganti 24 Mei 2021,” kata Cak Mon sapaan Nasran Mone.
Disinggung soal kapan pelaksanaan musda, karena Icul sapaan Zulkarnain Arif telah membuka penjaringan dan ada dua pendaftar, yakni Andi Kartini Ottong dan Kahar Kantao. Nasran Mone menyebutkan sampai saat ini belum ada jadwal pastinya kata dia membatalkan hasil kinerja Ical.
“Dibatalkan (hasil kerja-kerja Icul), nanti kita akan buka pendaftaran ulang,”ucapnya.
Untuk pendaftaran ulang, Cak Mon menyerahkan sepenuhnya kepada Organizing Committee (OC). “Saya serahkan OC yang menentukan jadwal (kapan dibuka Musda),”tutupnya.
Menanggapi hal, tersebut Zulkarnain mengatakan seharusnya Cak Mon tidak melakukan karena ini organisasi bukan relawan, apalagi kata dia telah mengikuti fit and proper test sebagai calon ketua DPD Golkar Sinjai dan itu dilakukan langsung DPD I Golkar Sulsel.
“Apa dasarnya, kan sudah dilakukan fit and proper test dan itu berdasarkan surat dari DPD Golkar Sulsel nomor 18 tanggal 7 April 2021,” kata Icul.
Bahkan kata dia telah meminta ke DPD I agar musda Golkar Sinjai harus dipercepat karena partai-partai lain sudah bekerja hingga akar rumput sementara Golkar baru berputar di sekitaran musda.
“Kalau mau diulang-ulang habis waktu. Lebih baik DPD I terus terus terang, hargai perbedaan yang ada,” bebernya.
Icul juga memberikan jika pelaksana musda ini sepertinya bukan DPD II yang menjadi gawean, tapi DPD I Golkar Sulsel, dimana kata dia hasil musda atau ketua terpilih sudah ada sebelum pelaksanaan musda.
“Misalnya ada calon yang tidak memenuhi syarat bukan wewenang ada yang ada di luar musda, tapi itu kewenangan musda nanti saat melakukan verifikasi. Jadi saya tidak setuju orang diverifikasi sebelum musda dan dia (DPD I) nyatakan orang tidak memenuhi syarat,” tuturnya.
Icul juga menyebutkan DPD I Golkar Sulsel memaksakan aklamasi di semua daerah dan sudah terlihat di 14 kabupaten/kota yang musdanya sudah selesai. “Jangan paksakan aklamasi jika ada daerah yang tidak bisa aklamasi,” tuturnya.

