MAKASSAR, BKM–Politisi Partai Golkar Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulsel Rahman Pina melakukan kunjungan ke beberapa daerah untuk melihat progres pengerjaan beberapa proyek.
Rahman Pina yang juga ketua Komisi D DPRD Sulsel mengatakan bahwa, progres pengerjaan jalan dari Rantepao Pangala tembus Sulbar, masih sangat minim, karena fisiknya baru sekitar 50 persen.
“Na ini mungkin salah satu yang akan kita rekomendasikan agar seluruh pihak ketiga bisa menyelesaikan tepat waktu. Kalau tidak bisa ya saya kira harus ada tindakan tegas dari OPD terkait,” kata Rahman Pina, ditemui di ruang Komisi D DPRD Sulsel, Kamis (17/6).
Pria yang akrab disapa RP ini mengatakan, kegiatan pembangunan jalan Rantepao Pangala merupakan program 2020 yang sumber anggarannya berasal dari dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).
“Jadi, PEN 2020, tapi kalau dana PEN itukan bisa menyebrang ke tahun 2021,” tuturnya.
Ia juga menuturkan bahwa, untuk target penyelasaian jalan ini sebagaimana yang tertuang dalam kontrak itu harus diselesaikan pada 26 Juni 2021.
“Kalau misalnya tidak diselesaikan ya harus didenda,” tegasnya.
Mantan anggota DPRD Makassar ini mengaskan bahwa, dengan progres yang barus sekitar 50 persen dan tareget pengerjaan hingga bulan ini. Menurutnya, hal itu tidak mungkin sampai.
“Karena ini sudah tanggal berapa tinggal 1 minggu kedepan tidak mungkin. Tinggal opsinya apakah kita putuskan kontranya atau lanjukkan dengan sistem denda yang diatur dengan sesuai regulasi,”jelasnya.
Lebih lanjut ia mengungkapkan bahwa, kalau untuk pembayaran pengerjaan proyek ini sendiri baru selesai di bayarkan sekitar 30 persen. “(Namun untuk anggaran proyek), kalau ndak salah sekitar Rp58 miliar,”pungkasnya. (rif)

