MAKASSAR, BKM — Pemerintah pusat terus menggenjot Pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN), salah satunya Bendungan Pamakkulu untuk bisa segera dirampungkan.
Staf Khusus, Wakil Presiden Bidang Infrastruktur dan Investasi, Sukriansyah S.Latif pun melakukan kunjungan ke Sulsel untuk memastikan pembangunan Bandungan Pamakkulu sesuai harapan.
“Kunjungan ini rutin ke beberapa proyek PSN untuk melihat langsung pelaksanaan proyek strategis nasional yang ada di daerah khsusunya di Sulsel. Kami akan ke Takalar, Bendungan Pamukkulu untuk melihat progres dari pekerjaan pembangunan bendungan disana,” katanya di ketika menemui Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, di Kantor Gubernur, Senin, (21/6).
Ia menyebutkan, kunjungan khusus Pamukkulu. Pasalnya kata dia, Bendungan Pamukkulu selama ini cukup banyak mendapatkan kendala. Utamanya dalam hal pembebasan lahan.
Kendati demikian, ia menilai pembebasan lahan sudah menjadi hal yang kerap kali menjadi permasalahan pembangunan bendungan selama ini.
“Kami keliling dari seluruh Indonesia di Kalimantan, Sumatera, Bali dan Jawa. Memang persoalan itu (pembebasan lahan, red), tinggal bagaimana cara kita mengatasinya menjadi hal penting. Dan kita juga berharap pemerintah daerah melakukan sosialisasi, pemerintah daerah juga melakukan evaluasi,” imbuh Uki sapaan akrabnya.
Sementara itu, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang, Adenan Rasyid, mengungkapkan, progres pembangunan Bendungan Pamakkulu sudah mencapai 50 persen.
Untuk pembebasan lahan kata dia, dari 1.300 bidang, sekitar 630an bidang sudah terbayarkan kepada masyarakat untuk ganti rugi.
“Jadi sekarang sudah berjalan jadi 1.300 bidang itu sudah sekita 630an bidang sudah dibayar. Dan ini masih berproses semua. Jadi ada tahap satu, tahap dua, tiga dan empat. Sekarang kita masih tahap dua. Insya Allah semuanya berproses atas support dari pemerintah daerah. Sekitar 50 persen lagi Insyaallah,” jelas Adenan.
Lebih lanjut kata dia, kendala yang ada selama ini sebenarnya lebih kepada tahapan-tahapan yang mesti dilewati. Ia menargetkan, pembangunan bendungan bisa rampung tahun ini.
“Bukan (warga yang belum mau). Memang ada proses-proses yang harus kita laksanakan, misalnya harus ada musyawarah, konsolidasi, seperti itu. Insyaallah tahun 2021 ini kita targetkan selesai,” ujarnya. (jun)

