MALILI, BKM — Pola Pertolongan Allah (PPA) Institute menggelar Private Class PPA Angkatan ke 10 di Hotel I La Galigo, Puncak Indah Malili, Minggu (27/6). Seminar sehari membawa misi membumikan tauhid di Bumi Batara Guru.
Seminar ini diikuti sekitar 50-an peserta yang datang dari berbagai daerah di Luwu Timur, salah satunya yakni Bupati Luwu Timur, H. Budiman. Para peserta sangat antusias mengikuti dari pagi hingga sore materi padat, inspiratif dan mencerahkan.
Materi yang disampaikan dengan apik oleh Ustadz Qadar Hamdani, Founder Rumah Pintar Qur’an yang telah mengantongi Certificate of PPA Trainer.
Dalam paparannya, Ustadz Qadar mengajak peserta lebih mengenal Allah dan menyadari tugas utama manusia diciptakan dan diturunkan kedunia. Para peserta seperti disentuh sisi spiritualnya hingga sepanjang sesi penuh deraian air mata. Peserta juga diajak menggali lebih dalam kandungan Al Quran sebagai petunjuk hidup yang ternyata begitu banyak yang belum dipelajari dan pahami.
“Seminar ini membuat saya terkesima, karena tidak pernah terpikir untuk menggali Al Quran dari sudut pandang seperti ini, olehnya itu, saya menyarankan kepada EO PPA LC Sorowako untuk mengundang para pejabat di lingkup Pemkab Luwu Timur untuk mengikuti seminar seperti ini,” ujar Budiman.
“Kita cari waktu yang tepat, kalau memungkinkan kita gelar di Aula rujab Bupati,” tambahnya.
Sementara Ketua PPA LC Sorowako, Ramlah Yusuf mengatakan,PPA merupakan sebuah training berbentuk kelas privat yang diadakan hampir di seluruh Indonesia dan diklaim telah diikuti oleh lebih dari seribu angkatan, dengan ribuan alumni mulai ustadz, guru, pengusaha, pemilik perusahaan, dokter, perawat, pejabat, mahasiswa, dan lain-lain.
Salah satu visi besarnya, adalah mengembalikan umat kepada Allah, mengingat banyaknya training yang menyelipkan akidah-akidah yang menggeser ketauhidan kepada Allah.
Kelas privat ini dikatakan berbeda dengan pengajian, training motivasi, atau kajian-kajian pada umumnya. Kelas ini dikemas sangat menarik, sangat menyenangkan, dan inspiratif yang membuat para pesertanya tidak seperti digurui, tetapi seakan diajak menelaah kunci-kunci rahasia kehidupan. (rls)

