MANTAN Ketua DPD Partai Demokrat Sulsel Ilham Arief Sirajuddin (IAS) juga menanggapi soal gugatan yang dilayangkan Partai Demokrat hasil Kongres Luar Biasa (KLB) Deli Serdang ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta.
Demokrat hasil KLB menggugat Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H Laoly.
Gugatan itu teregistrasi dengan Nomor 150/G/2021/PTUN.JKT, akhir pekan lalu.
Untuk itu, IAS menanggapi jika upaya hukum itu sulit diterima. “Mungkin dia lelah!,” ujar IAS di Hotel Swiss Bell Makassar, Selasa (29/6).
Istilah “mungkin dia lelah” dikutip IAS penuh alasan. Biasanya, mereka yang sedang lelah akan menempuh langkah yang lemah, kurang perhitungan, bahkan terkesan asal-asalan.
Sebelumnya, Kuasa Hukum Partai Demokrat kubu Moeldoko, Rusdiansyah, membeber materi gugatan itu meminta pengadilan mengesahkan KLB yang menghasilkan Moeldoko dan Jhonni Allen Marbun sebagai ketua umum dan sekretaris jenderal Partai Demokrat 2021-2025.
Rusdiansyah juga menjelaskan beberapa alasan hukum mengapa mereka layak disahkan. Pertama, KLB tersebut diklaim konstitusional karena diikuti pemilik suara sah pengurus Demokrat kabupaten dan kota maupun provinsi.
Kedua, KLB telah mengikuti ketentuan UU Partai Politik dan AD/ART Partai Demokrat tahun 2015. Ketiga, KLB merupakan hasil desakan dari pendiri, senior, dan pengurus Partai Demokrat di daerah-daerah.
Di mata IAS, ketiga pertimbangan hukum ini sudah mentah dan ditegaskan tidak memenuhi syarat oleh Kemenkumham. “Mulai dari peserta yang tidak memenuhi syarat karena tanpa kelengkapan dokumen fisik berupa surat mandat dari ketua DPD dan DPC. Jadi, ini bisa menjadi momentum mereka akan dua kali gigit jari. Siap-siaplah untuk kecewa dua kali,” tegas IAS.
Sebelumnya, KLB Demokrat memang sudah gigit jari untuk pertama kali lantaran Kemenkumham menolak mengesahkan hasil KLB.
Terakhir, IAS mengajak seluruh kader Demokrat mengelola konflik ini sebagai sumbu untuk merekatkan soliditas dan meningkatkan popularitas partai ini. “Dan paling penting setelah seluruh daya dan upaya, adalah doa. Kita doakan Demokrat di tangan Ketua Umum, Agus Harimurti Yudhoyono kembali berjaya di 2024 mendatang,” tutup IAS. (rif)

