MAKASSAR, BKM–Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulsel sangat bergantung pada pengetahuan, keterampilan, dan kompetensi sumber daya manusia yang dimiliki.
Hal itu ditegaskan oleh Ketua Bawaslu Sulsel HL Arumahi yang mengatakan, masa depan dan kelestarian lembaga yang dipimpinnya sangat bergantung pada pengetahuan, keterampilan, dan kompetensi sumber daya manusia yang dimiliki.
“Kendati didukung dengan sarana dan prasarana serta anggaran yang memadai, tetapi tanpa dukungan SDM yang handal kegiatan pengawasan pemilihan umum tidak akan terlaksana dengan baik,” ujarnya saat memaparkan materi Peningkatan Kapasitas SDM Pengawas dan Kesekretariatan di Kantor Bawaslu Maros, Selasa (29/6).
Arumahi mengatakan, Bawaslu merupakan penyelenggara pemilu bersama KPU dan DKPP yang dituntut untuk mewujudkan penyelenggaraan pemilu yang berintegritas. Dan untuk mewujudkan hal tersebut tidak terlepas dari kesiapan SDM Pengawas serta didukung sekretariat Bawaslu dalam menjalankan tugas dan fungsinya.
“Sumberdaya di Bawaslu harus mampu melaksanakan tugas pencegahan, pengawasan, dan penindakan pelanggaran sekaligus. Mengerjakan dua tugas bahkan lebih dalam satu waktu,” ungkapnya.
Menurutnya, tugas ini tentunya bukanlah hal yang mudah karena berkaitan dengan kepentingan berbagai pihak dan tahapan pemilihan umum.
Untuk itu, upaya meningkatkan kapasitas SDM pengawas pemilu akan terus digerakkan melalui program-program seperti bimbingan teknis, rapat koordinasi dan melakukan penilaian kinerja secara berjenjang sesuai dengan pedoman yang ditetapkan Bawaslu RI.
“Membangun SDM di Bawaslu yang profesional dengan kompetensi tinggi perlu betul-betul dihayati oleh setiap perangkat kelembagaan dalam menjabarkan tugas pengawas pemilu,” tutup Arumahi. (rif)

