pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Golkar Sulsel Komitmen Akomodir Keterwakilan Perempuan

Randan: Beringin tak Pernah Berseberangan dengan Penguasa

MAKASSAR, BKM–Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Sulsel Taufan Pawe (TP) terus melahirkan paradigma baru yang inovatif.
Komitmen mengakomodir keterwakilan perempuan dalam panggung politik juga terus diperkuat.
Hal itu sejalan dengan penerapan peraturan kuota 30 persen untuk kaum hawa dalam parpol. Tidak bisa dipungkiri telah meningkatnya jumlah perempuan dalam politik.
Ketua Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) Sulsel, dr Salwa Mochtar mengungkapkan, era kepemimpinan TP memberi peran dan posisi penting bagi perempuan.

Ia menilai, TP memberi ruang seluas-luasnya bagi perempuan untuk terus mensupport event-event dan program politik Golkar Sulsel. Artinya, partai tak hanya mencukupi kuota 30 persen, akan tetapi juga mampu menunjukkan kualitas dari kader perempuannya.
“Pak TP tidak hanya sebatas beretorika atau sebatas konsep, tetapi benar-benar mengimplementasikan apa yang menjadi komitmennya,”ujar dr Salwa Mochtar, Sabtu (3/7).
Wanita kelahiran Makassar, 23 November 1974 silam itu melanjutkan, kader wanita pun punya peluang untuk menjadi Ketua DPD II Golkar. Buktinya, ada Suhartina Bohari dan Andi Kartini Ottong yang baru-baru ini terpilih di musda. “Para kader yang akan jadi ketua juga harus mengikuti serangkaian fit and proper test. Memang tidak ada diperaturan organisasi, namun itulah inovasi Pak TP yang kami anggap sebagai suatu kemajuan yang sangat hebat,” jelasnya.

Komisioner KPU Makassar, Endang Sari mengatakan, hak perempuan dan laki-laki itu sama dalam politik. Dan itu dimungkinkan sistem terbuka yang bernama demokrasi kuota 30 persen untuk perempuan terlibat dalam proses politik.
Menurutnya, Golkar Sulsel telah menjadi salah satu partai yang menjadi pusat kaderisasi dan rekruitment untuk menghasilkan pemimpin yang akan mengisi jabatan publik tanpa mendiskriminasi kaum hawa.
“Di Sulsel kita bisa melihat banyak posisi strategis partai diisi oleh perempuan, di tataran eksekutif dan legislatif juga sudah diwarnai dengan hadirnya perempuan dipucuk pimpinan. Golkar Sulsel juga menjadi salah satu pionirnya,”ucapnya.

Di Tana Toraja musda masih ditunda lantaran tensi politik dua kubu berseberangan terus memanas.
Meskipun musda ke-X Golkar Toraja ditunda, namun kedua kubu tetap optimis dapat memenangkan musda.
Kubu bupati Theofilus yang mendorong istrinya Yariana Somalinggi yang kini tercatat sebagai anggota Fraksi Golkar DPRD Toraja juga tetap mendapat dukungan penuh 30% dari pimpinan kecamatan (pincam) lama.
Adapun kubu Viktor Datuan batara juga mengklaim dukungan penuh pincam bentukan Plt ketua Golkar Toraja Lukman B.Kady.

Kader senior Golkar Toraja Randan Sampetoding menilai jika partai berlambang pohon beringin rindang tidak pernah berseberangan dengan penguasa.
“Belum ada sejarahnya Partai Golkar berseberangan dengan penguasa, apalagi jadi oposisi dengan pemerintah.
Mengingat Bupati Theofilus yang sedang berkuasa sangat layak mendorong Yariana Somalinggi didapuk menjadi ketua Golkar Tana Toraja,”ujar Randan.
Menurutnya, pengurus dan kader Partai Golkar Tana Toraja sepakat dan kompak mendukung Yariana sebagai ketua.
Menurut Randan, Yariana kader Golkar perempuan mumpuni dan telah memperlihatkan prestasinya selama dua periode menjadi anggota dewan.
Terpisah Lukman B Kadi tidak menampik bila penundaan musda karena pihaknya belum tuntas menggelar konsolidasi kader.

Lukman mengaku diperintah TP menunda musda. “Kami empat orang Imran Eka, Arfandy Idris, dan John Rende Mangontan diutus untuk membangun konsolidasi dengan pendekatan kekeluargaan dan berbicara dari hati kehati bangun komunikasi politik.”pungkas Lukman. (gus/rif/c).




×


Golkar Sulsel Komitmen Akomodir Keterwakilan Perempuan

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link