MAKASSAR, BKM — Inovasi terus terjadi di berbagai lini kehidupan masyarakat. Tak terkecuali dalam praktik penyembelihan hewan kurban. Seperti dilakukan pengurus Masjid Darussalam Kompleks Bumi Bosowa Permai ORW 015 Kelurahan Minasa Upa, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar.
Selasa (20/7), usai pelaksanaan salat Iduladha 1442 Hijriah/2021 Masehi. Mereka yang tergabung dalam panitia kurban Masjid Darussalam berkumpul dekat sebuah rangkaian besi pipa berukuran besar yang telah dilas. Warnanya hitam. Ukuran lebarnya kurang lebih 2 meter. Tinggi kira-kira 1,5 meter. Di sisi lainnya yang saling berhadapan dibuat semacam pintu. Bisa dibuka dan ditutup, sehingga dipasangi engsel.
Di bagian lain dilengkapi dengan enam roda. Ini berfungsi tempat sandaran hewan kurban yang hendak disembelih. Ketika sapi sudah dimasukkan, kemudian diikat dan disandarkan pada bagian yang memiliki roda tersebut. Setelah tubuh dan kaki sapi diikat, selanjutnya apat perebah sapi diturunkan. Ada yang memegang satu di bagian sebelahnya, ada pula yang menyangga perebah lalu menurunkannya secara perlahan-lahan.
Tempat sapi yang telah direbahkan dan diikat itu lalu didorong ke tempat prosesi penyembelihan. Selanjutnya pemotongan hewan pun dilakukan. Proses ini tidak butuh waktu lama. Kira-kira hanya 15 menit, satu ekor sapi sudah bisa diselesaikan penyembelihannya.

Tahun ini, panitia kurban Masjid Darussalam Kompleks Bumi Bosowa Permai Minasa Upa menyembelih 26 ekor sapi. Satu kelompok terdiri dari tujuh orang. Semuanya berasal dari warga perumahan Bosowa, ditambah dari Blok L Minasa Upa serta Kompleks Maleo. Termasuk warga dari daerah lain di Makassar.
Di tahun sebelumnya, dengan jumlah hewan kurban yang hampir sama dan masih menggunakan sistem konvensional, penyembelihan berlangsung hingga menjelang malam. Termasuk butuh banyak orang untuk merebahkan sapi yang hendak dipotong. Namun untuk tahun ini, kehadiran alat perebah sapi mampu mengefektifkan pemotongan dan mengefisienkan waktu.
Sekadar gambaran, penyembelihan sapi dimulai pada pukul 08.15 Wita. Menjelang salat zuhur pukul 11.45 Wita, sudah ada 16 ekor sapi yang dipotong. Usai salat dan santap siang, penyembelihan dilanjutkan pada pukul 13.20 Wita. Sepuluh ekor sapi yang tersisa mampu diselesaikan pemotongannya sebelum memasuki waktu salat Ashar pada pukul 15.10 Wita. Kurang lebih hanya dibutuhkan waktu lima jam untuk menyembelih 26 ekor sapi.
Ketua Pengurus Masjid Darussalam H Abdul Karim mengakui, dengan alat baru yang dimiliki Masjid Darussalam, efektivitas penyembelihan hewan bisa dilakukan. ”Jika biasanya butuh waktu setengah jam untuk pemotongan satu ekor sapi, saat ini tidak sampai 15 menit prosesnya sudah selesai. Itu karena alat yang kita gunakan memang dirancang untuk mempermudah pemotongan, dan mengurangi efek sapi tersiksa saat hendak diikat,” terang Abdul Karim di sela-sela penyembelihan hewan.
Ustas H Ramli Pade yang setiap tahun bertugas menyembelih sapi di masjid ini, juga mengakui keandalan alat perebah sapi yang diperadakan oleh pengurus Masjid Darussalam. ”Kita tidak terlalu susah lagi saat hendak mengikat sapi. Termasuk ketika mau merebahkannya. Sehingga waktu yang dibutuhkan untuk menyembelih satu ekor sapi menjadi sangat singkat,” tuturnya.
Menurut H Abdul Karim, untuk pembuatan alat penjinak sapi ini, pengurus Masjid Darussalam mengalokasikan anggaran sebesar Rp6 juta. Jika ada pengurus masjid lainnya yang berminat, H Karim menyatakan kesiapannya untuk membantu pengadaannya. (*/rus)

