pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

ASS Salat Id di Halaman Rujab, Danny di Rumah

MAKASSAR, BKM — Pandemi covid-19 mengharuskan orang menerapkan protokol kesehatan. Menghindari kerumunan dan menjaga jarak.

Karena persoalan tersebut, pelaksanaan salat Iduladha dibatasi, cukup di rumah saja. Apalagi Makassar masuk dalam zona oranye.

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman (ASS) melaksanakan salat Iduladha di halaman Rujab Wagub Sulsel secara tertutup, Selasa (20/7). Sementara Wali Kota Makassar Mohammad Ramdan Pomanto menunaikan salat Id di kediaman pribadinya Jalan Amirullah.
ASS memilih melaksanakan salat Iduladha dan keluarga dan staf yang melekat saja. Bertindak selaku imam dan khatib H Mursidin Hamid.
Dalam kesempatan itu, Andi Sudirman mengingatkan umat muslim yang tengah merayakan hari raya Iduladha 1442 Hijriah menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Untuk pelaksanaan salat Id pada zona yang diizinkan, bisa tetap melakukannya di masjid ataupun lapangan terbuka pada kapasitas 30 persen. Sementara jika masjid, bisa memanfaatkan pekarangan.
Untuk zona wilayah yang dilarang atau ditetapkan sebagai wilayah pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro pada satuan terkecil, misalnya kelurahan/desa dan RT/RW, maka kata Andi Sudirman, diimbau untuk melaksanakan salat Iduladha di rumah bersama keluarga.
Bagi yang melaksanakan kurban, kata Andi Sudirman, silahkan dilaksanakan, tetapi tetap mengikuti protokol kesehatan. Untuk menghindari kerumunan pada saat penyembelihan dan pembagian daging kurban, maka diharapkan panitia untuk melakukan pengaturan. Termasuk bagaimana mengantarkan daging kurban ke rumah masing-masing.
Diapun mengingatkan untuk meneladani sikap keikhlasan dan sabar menghadapi pandemi “Oleh karena itu, dengan penuh kesabaran dan berharap ridho dari Allah Swt, saya mengajak kepada umat muslim untuk tidak mengurangi semangat pengorbanan dan keikhlasan sebagaimana yang dicontohkan oleh keluarga Nabi Ibrahim bersama anaknya tercinta Nabi Ismail. Bersama kita bersama menghadapi pandemi dengan penerapan prokes,” tuturnya.
Dirinya pun mengingatkan, bahwa pandemi covid-19 masih ada dan perlu dukungan untuk mencegah penyebaran. Salah satunya dengan memperhatikan protokol kesehatan secara ketat.
“Jaga jarak, hindari kerumunan dan kurangi mobilisasi. Semoga pandemi ini segera berlalu dan kita semua dalam lindungan Allah Swt,” pungkasnya.
Sementara itu, H Mursidin Hamid dalam ceramahnya mengingatkan sikap bersyukur, keimanan dan ketaqwaan. Dengan selalu bersyukur dan bertakwa, maka Allah akan menambah nikmat dan rahmat-Nya.
“Orang yang beriman akan selalu mampu memanfaatkan segala momentum sebaik-baiknya. Meski diliputi situasi pandemi, seperti hari raya ini. Kita harus senantiasa berikhtiar, berdoa dan memperbanyak ibadah. Serta meningkatkan kualitas peribadahan kita,” terangnya.
Ia mengaku, bahwa Pandemi Covid-19 ini merupakan musibah sekaligus ujian. “Tentu ini mengandung manfaat dan hikmah. Bahwa di balik mewabahnya covid-19 ini terdapat peluang berharga bagi kaum muslim untuk selalu berupaya dalam meningkatkan kualitas ketakwaan kepada Allah. Bukan hanya dalam bentuk ritual namun juga dalam pola interaksi sosial terhadap sesama,” imbuhnya.

Danny Salat di Rumah

Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto pun menggelar salat Iduladha di kediaman pribadinya, Jalan Amirullah, Selasa (20/7).

Diikuti oleh keluargaa dan pekerja yang ada di rumahnya. Yang bertindak selaku imam adalah Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Kota Makassar dan khatib yakni ketua Baznas Makassar.

Meski digelar terbatas, Danny merasakan salat Id ini dengan tidak mengurangi kekhusyukannya. 

“Kami rasakan tadi tidak sama sekali berkurang kekhusyukan kita untuk salat Id di rumah maupun di lapangan. Saya kira kekhusyukannya tidak beda. Tinggal bagaimana kita caranya mengambil hikmah dari salat Iduladha itu,” ujarnya.

Danny berharap, pergorbanan untuk salat di rumah akan digantikan kesehatan dengan jauh yang lebih baik oleh Allah Swt.

Tahun ini, Danny pun tidak melaksanakan gelar griya (open house) karena bisa memicu adanya kerumunan.

“Tidak open house, karena ini kan kerumunan prinsipnya,” jelasnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Makassar secara resmi meniadakan pelaksanaan salat Iduladha di masjid dan lapangan. Masyarakat dianjurkan melaksanaannya di rumah saja.

Danny mengatakan bahwa keputusan ini diambil berdasarkan Surat Edaran (SE) Menteri Agama yang melarang pelaksanaan salat Iduladha di daerah zona berbahaya, seperti zona merah dan zona oranye.

Apalagi saat ini, Kota Makassar masih berstatus zona oranye penyebaran covid-19. Sehingga masuk daftar daerah yang dilarang.

“Saya bersama Forkopimda berunding dan memutuskan mengikuti secara utuh surat edaran Menteri Agama tentang salat Idulddha di zona oranye dan zona merah, yaitu salat Id di rumah saja,” jelasnya. (jun-rhm)




×


ASS Salat Id di Halaman Rujab, Danny di Rumah

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link