pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

PermataBank Terus Pertahankan Kinerja yang Solid

Pendapatan Operasional Tumbuh 19 Persen

MAKASSAR, BKM — PT Bank Permata Tbk atau PermataBank terus menjaga momentum peningkatan kinerja yang solid di tengah pandemi Covid-19 yang masih berlanjut dan membayangi pemulihan perekonomian domestik dan global.
Pencapaian ini merupakan hasil dari penerapan strategi usaha berkesinambungan secara pruden dan konsisten yang tercermin dari pertumbuhan aset, pendapatan operasional dan laba bersih yang solid. Bank juga terus menjaga kualitas aset pada level yang aman serta memelihara posisi likuiditas dan permodalan untuk mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

Direktur Utama PermataBank, Chalit Tayjasanant, mengungkapkan, meski keadaan perekonomian Indonesia belum kembali seperti pra-pandemi, namun kinerja PermataBank membuktikan bahwa dengan strategi bisnis yang dijalankan dan dukungan para nasabah, perusahaan mampu mencetak hasil yang memuaskan di tengah tahun 2021.
Perluasan skala bisnis dan pertumbuhan kredit sehat, baik secara organik maupun inorganik, tetap menjadi fokus utama dalam meningkatkan kinerja PermataBank saat ini. ”Kami berharap dapat terus mendukung ekosistem perbankan Indonesia menuju ke arah lebih kuat,” katanya.
Dampak pandemi berkelanjutan terhadap pemulihan perekonomian domestik menjadi tantangan yang cukup signifikan bagi industri perbankan dalam mencapai target pertumbuhan asset.
Namun demikian, total aset bank bertumbuh sebesar 34,8 persen year on year (yoy) menjadi sebesar Rp212,9 triliun. Sehingga mencatatkan PermataBank sebagai salah satu dari 10 bank komersial terbesar di Indonesia berdasarkan total aset.

Penyaluran kredit tumbuh 16,6 persen YoY menjadi sebesar Rp120,8 triliun terutama didorong pertumbuhan kredit pada segmen Wholesale Banking sebesar 39,8 persen YoY yang antara lain dikontribusikan dari penyelesaian integrasi dengan Bangkok Bank Indonesia di bulan Desember 2020. Pertumbuhan kredit bank juga didukung pertumbuhan KPR yang cukup signifikan. Yaitu sebesar 21,7 persen YoY di segmen ritel.
Sejalan dengan pertumbuhan aset, pendapatan operasional tercatat sebesar Rp4,9 triliun
atau tumbuh sebesar 19,4 persen YoY dan laba operasional sebelum pencadangan tumbuh sebesar 36,6 persen YoY. Dalam hal pencadangan kerugian penurunan nilai kredit yang diberikan, bank tetap menjalankan prinsip kehati-hatian. Mengingat, dampak pandemi yang masih berlanjut yang secara tidak langsung menyebabkan potensi peningkatan risiko kredit inheren.

Hal ini tercermin dalam peningkatan rasio NPL gross dan NPL net di bulan Juni 2021 menjadi masing-masing 3,3 persen dan 1,2 persen, dibandingkan posisi Desember 2020 masing-masing sebesar 2,9 persen dan 1,0 persen, walaupun masih lebih baik dibandingkan posisi Juni 2020 masing-masing sebesar 3,7 persen dan 1,8 persen.
Bank mengalokasikan biaya pencadangan kerugian penurunan nilai untuk mengantisipasi potensi kerugian akibat penurunan kualitas aset sebesar Rp1,5 triliun atau meningkat 41 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Dengan demikian, rasio NPL coverage tetap terjaga baik dikisaran yang cukup konservatif yaitu 218 persen, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 112 persen.
Hal ini sejalan dengan prinsip kehati-hatian yang selalu diterapkan PermataBank dalam mengelola risiko kredit. Pada kuartal II 2021, PermataBank berhasil membukukan Laba Bersih setelah pajak sebesar Rp639 miliar atau meningkat secara signifikan 74,3 persen dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp366 miliar.
Posisi likuiditas bank terjaga kuat yang tercermin pada rasio Loan to Deposit Ratio (LDR)
sebesar 75 persen pada akhir Juni 2021, turun dibandingkan posisi tahun lalu yang sebesar 81 persen.
Hal ini dikontribusikan antara lain oleh peningkatan simpanan nasabah yang tumbuh
sebesar 25,0 persen YoY dengan rasio CASA sebesar 52 persen, menguat dibandingkan posisi Desember 2020 sebesar 51 persen. Bank akan terus fokus untuk mempercepat laju pertumbuhan kredit yang sehat, didukung pertumbuhan dana pihak ketiga secara sustainable dan efisien.

Solusi perbankan digital menjadi kunci sukses Bank dalam mengembangkan skala
bisnis, dengan mengedepankan pengalaman bertransaksi nasabah secara sederhana, cepat dan andal. Rasio permodalan PermataBank yang sangat kuat dengan rasio CAR dan CET-1 sebesar masing-masing 35,4 persen dan 26,9 persen, jauh lebih kuat dari rasio CAR rerata industri perbankan dikisaran 24 persen, menjadi key enabler bagi PermataBank untuk mempercepat pertumbuhan bisnis baik secara organik maupun inorganik. PermataBank berkomitmen untuk mendukung pemerintah Indonesia dalam mendukung pemulihan perekonomian dengan menjalankan fungsi intermediari secara efektif dan efisien. (mir)



×


PermataBank Terus Pertahankan Kinerja yang Solid

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link