pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

PKK dan UNICEF Edukasi Pentingnya Pemberian ASI Bagi Anak

MAKASSAR, BKM — Pelaksana Tugas Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Naoemi Octarina, memaparkan peran Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dalam mendukung ibu menyusui.
Hal itu disampaikan saat mengikuti Talkshow “Dukung Ibu Menyusui Tugas Kita Bersama” yang dilaksanakan dalam rangka Pekan Menyusui Dunia 2021 secara virtual, Sabtu (7/8). Turut hadir sebagai narasumber, diantaranya Sentra Laktasi Indonesia, dr Utamiz Unicef Indonesia, Sri Sukotjo dari Persatuan Ahli Gizi Indonesia, Pritasari, Ayah Asi, Wawan Sugianto.

Naoemi mengatakan, tim penggerak PKK memiliki hubungan kerja secara hirarki/berjenjang. Mulai dari PKK pusat, PKK provinsi, PKK kab/kota, PKK kecamatan dan PKK desa/kelurahan.
Di Sulsel sendiri, potensi pengurus TP-PKK yang pada hakekatnya merupakan fasilitator dan penggerak peran serta atau partisipasi masyarakat, jumlahnya sekitar 39.000 (jumlah pengurus PKK mulai dari kabupaten/kota, kecamatan, dan desa/kelurahan se Sulsel.

“Sebanyak 3.047 desa/kelurahan di Sulsel. Jadi jika setiap desa/kelurahan terdapat sekitar 30-35 kader PKK atau kader dasawisma, maka terdapat lebih dari 100.000 kader PKK ataupun dasawisma di Sulsel,” ungkapnya.
Ia menuturkan, hadirnya PKK sebagai mitra pemerintah dalam menjalankan dan mensukseskan suatu program. Salah satunya, pentingnya pemberian ASI bagi anak. Adapun program khusus PKK Sulsel dalam mendukung pemberian ASI, diantaranya Kampanye 1000 HPK (hari pertama kehidupan), dimana didalamnya termasuk pemberian ASI eksklusif, pemanfaatan lahan pekarangan untuk menjamin ketersediaan sumber gizi Ibu menyusui, Kampanye IMD (Inisiasi Menyusui Dini) di posyandu-posyandu dan TABULIN (Tabungan Ibu Bersalin) untuk mendukung kesiapan finansial bagi ibu setelah bersalin, agar dapat menunjang mendapatkan makanan bergizi untuk Ibu menyusui.
Menurutnya, ASI adalah makanan terbaik bagi bayi. Dengan memberikan ASI, para Ibu sudah memenuhi hak dasar anak. Namun tidak semua Ibu memiliki kesadaran dan pengetahuan yang cukup akan pentingnya ASI bagi anak mereka.
Sementara itu, Sri Sukotjo atau yang akrab disapa Bu Ninik, Nutrition Specialist UNICEF menyampaikan bahwa selama pandemi, pelayanan konseling menyusui mengalami penurunan. Di saat yang bersamaan, terjadi berbagai pelanggaran kode pemasaran produk pengganti ASI seperti susu formula yang membahayakan praktik menyusui. Beliau menyerukan bahwa vaksinasi tetap direkomendasikan untuk ibu menyusui dan berbagai jenis vaksin termasuk yang beredar di Indonesia saat ini telah dinyatakan aman diberikan kepada ibu menyusui. Ibu hamil diatas usia kandungan 12 minggu juga aman divaksin jika tidak ada tanda-tanda bahaya kehamilan seperti hipertensi dan kaki bengkak, seperti yang tertuang dalam SE Kemenkes HK.02.01/I/2007/2021.

Senior advokasi menyusui, dr. Utami Roesli, SpA, IBCLC, FABM yang tetap semangat menyerukan pentingnya menyusui ini menekankan bahwa ada 10 Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui (LMKM) yang harus diikuti oleh fasilitas pelayanan kesehatan agar terwujud Fasilitas Sayang Ibu Bayi. Beliau berpesan kepada semua yang hadir bahwa salah satu persiapan persalinan disamping membeli perlengkapan bayi adalah “shopping†tempat bersalin mana saja yang menerapkan 10 LMKM ini sehingga ibu bisa berhasil menyusui.(jun)



×


PKK dan UNICEF Edukasi Pentingnya Pemberian ASI Bagi Anak

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link