MAKASSAR, BKM — Pemerintah Pusat menginstruksikan pemberian bantuan sosial (bansos) berupa paket sembako bagi warga yang terdampak covid-19.
Instruksi tersebut kemudian ditindaklanjuti Pemerintah Kota Makassar. Persiapan pemberian bansos sudah dilakukan sejak PPKM Level IV diberlakukan di Makassar.
Sedianya, Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar menyiapkan 100 ribu paket bantuan sosial (bansos) untuk masyarakat.
Namun, hingga saat ini, distribusi paket bansos tersebut tak kunjung dibagikan. Padahal, PPKM Level IV sudah diperpanjang satu kali. Dan kemarin, Senin (9/8), perpanjang PPKM Level IV sudah berakhir.
Alasan keterlambatan penyaluran tersebut karena persoalan verifikasi dan validasi data.
Dikonfirmasi terkait persoalan tersebut, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan “Danny” Pomanto, mengatakan, pihaknya mengedepankan prinsip kehati-hatian. Dia tidak mau kembali bersoal seperti persoalan bansos di era penjabat wali kota sebelumnya.
“Jadi memang ada prinsip kehati-hatian, pertama ada pendampingan dari Kejari dan Kapolrestabes, kemudian item-item yang rawan dalam pengalaman berbansos itu rawan dimanipulasi itu kita hilangkan,” ungkap Danny.
Awalnya, penyedia paket bansos ingin dilakukan langsung oleh Pemkot Makassar. Namun setelah dikaji tingkat resikonya, Danny menyerahkan ke BUMN diantaranya Bulog, Pertani, dan satu perusahaan lain.
Hingga saat ini data yang terverifikasi 63 ribu kepala keluarga (KK). Dari sekitar 70 KK yang sudah didaftar.
Plt Kepala Dinas Sosial (Dissos) Makassar, Rusmayani Majid mengatakan, dari data valid yang ada itu masih berpeluang bertambah karena masih ada dikembalikan untuk diverifikasi ulang oleh pihak kelurahan dan kecamatan.
“Tetapi kita kasih batas sampai Kamis sore (12 Agustus), yang masuk disitu itulah yang akan di SK kan Pak wali,” ujarnya.
Jika tidak cukup 100 ribu KK, perempuan yang akrab disapa Maya itu, menyatakan tetap akan dilanjutkan pada tahap selanjutnya. Namun, tahap selanjutnya itu akan dibagikan ke kelompok atau komunitas. Misalnya ke panti asuhan, pekerja seni, penggali kubur, dan kelompok-kelompok yang sangat merasakan dampak dari pandemi ini.
“Intinya tetap kita akan bagikan 100 ribu KK,” katanya. Untuk pembagiannya, setelah deadline waktu itu.
Dalam satu paketnya, isinya 10 kilogram (kg) beras, 2 liter minyak, 2 kg gula pasir, dan 15 bungkus mie instan. Dipaket dalam pelastik transparan. (rhm)

