pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Utang PDAM Rp44 M, Tim Audit Diturunkan

Danny Juga Soroti Minimnya Deviden yang Disetor

MAKASSAR, BKM — Di ulang tahunnya yang ke-97 yang diperingati Senin (9/8), Perusahaan Umum Daerah (Perumda) PDAM Kota Makassar mendapat sorotan dari Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto. Persoalan yang dimaksud oleh pemilik perumda ini terkait minimnya deviden yang disetorkan PDAM untuk pemkot. Termasuk besarnya utang yang mencapai Rp44 miliar dan hingga saat ini belum juga dituntaskan.

“Kita punya banyak sejarah buruk. Kita harus kita belajar dari sejarah itu. Jadi sekali lagi tidak ada alasan PDAM, sekarang sudah berstatus Perumda. Harus diperhatikan devidennya. Apalagi memberikan utang ke pemerintah kota. Itu tidak masuk akal,” ungkap Danny ketika menghadiri peringatan HUT PDAM, kemarin.
Pada perayaan ulang tahun yang berlangsung sederhana ini, Danny menekankan, bahwa usia PDAM sudah mendekati satu abad. Untuk itu, perusahaan sudah harus mengubah diri dan menuntaskan semua persoalan yang ada. Dia pun berjanji akan menurunkan tim audit untuk melakukan pemeriksaan terkait utang PDAM tersebut.
Danny menilai, selama ini PDAM asyik dengan dunianya sendiri. Belum bisa memberikan kontribusi apapun. “Saya cukup sedih melihat apa yang ada di PDAM. Padahal dulu PDAM memberikan kontribusi deviden ke pemerintah kota. Terbukti di zamannya Pak Haris (Haris Yasin Limpo selaku dirut), itu deviden Rp48 miliar. Banyak orang yang bisa kembalikan kejayaan PDAM,” tandasnya.

Persoalan lain yang disoroti Danny adalah terlalu banyaknya pegawai di PDAM. Idealnya, kata dia, perusahaan hanya butuh sekitar 400-an pegawai. Namun kenapa sekarang membeludak menjadi 1.000-an lebih.
“Yang saya tahu PDAM ini hanya butuh 400 pegawai, sekarang sudah 1.000 lebih. Saya mau audit semuanya. Jangan sampai PDAM untung tapi jadi buntung karena belanjanya,” cetusnya.
Menyikapi hal itu, Direktur Keuangan Perumda PDAM Asdar Ali, mengemukakan wali kota Makassar sebagai owner PDAM banyak memberi arahan atau statement untuk melakukan perubahan. “Saya kira itu kado yang bagus untuk PDAM, karena ini demi kebaikan PDAM ke depan. Kami apresiasi masukan Pak Wali, dan itu bagus untuk pengembangan PDAM ke depan. Apapun, yang namanya owner atau pemilik harus kita ikuti, saya kira itu. Saya juga sudah diskusi dengan pak wali, saya meminta terhadap semua yang ada itu lebih bagus audit dari lembaga independen. Apakah BPK, BPKP, atau Inspektorat, itu bagus,” kata Asdar.
Dia menambahkan, setiap tahun, PDAM diaudit oleh akuntan publik. Sementara untuk kinerjanya diaudit oleh BPKP.
Pada kesempatan tersebut, Danny juga menyempatkan untuk meninjau ruang terbuka hijau (RTH) yang dibangun PDAM sebagai bentuk kontribusi dan kepedulian terhadap lingkungan. “Lebih penting, RTH ini harus dinikmati oleh masyarakat, bukan hanya PDAM,” tandas Danny.

Air Baku Mulai Normal.

Terkait pasokan air baku untuk PDAM, saat ini mulai normal setelah beroperasinya dua unit pompa suplesy. Dua unit pompa yang terpasang di sungai Moncongloe, Kabupaten Maros tersebut masing-masing berkapasitas 600 liter/detik dan 300 liter/detik .
“Itu akan membuat distribusi air bersih ke warga Kota Makassar akan kembali terlayani,” ungkap Direktur Teknik Perumda Air Minum Kota Makassar Imran Rosyadi Adnan.
Dia mengatakan, Instalasi Pengolahan Air (IPA) 2 Panaikang yang merasakan dampak kemarau mulai berangsur membaik, walaupun Bendung Lekopancing Maros hingga hari ini masih drop 1,6 meter di bawah batas pelimpahan. “Debit air yang dihasilkan hampir normal kembali walaupun tidak seperti di musim penghujan,” tambahnya
Sebelumya, Imran menyebutkan, ada lima kecamatan yang bergantung pada IPA 2 Panaikang. Di antaranya Kecamatan Ujung Tanah, Tallo, Biringkanaya, Tamalanrea, dan sebagian Kecamatan Panakukang.
“Untuk kondisi saat ini menurut laporan terakhir dari pengelola instalasi, air yang masuk dari sungai Moncongloe sudah mencapai 700 liter per detik ke IPA 2 Panaikang,” ucapnya.
Imran pun menuturkan, suplai air yang saat ini mendekati normal di IPA 2 Panaikang tak lepas dari bantuan dua pompa dari intake Malengkeri di sungai Jeneberang. Masing-masing pompa bisa menghasilkan kurang lebih 200 liter per detik sehingga bisa produksi air mendekati normal.
Salah satu bukti ketersediaan air di masyarakat, lanjut Imran, bisa dilihat dari jumlah laporan pelanggan yang masuk ke pengaduan humas telah menurun hingga saat ini. Dari mulanya hingga puluhan per hari, kini sisa satu atau dua orang saja. (rhm)




×


Utang PDAM Rp44 M, Tim Audit Diturunkan

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link