MAKASSAR, BKM — Peringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan ke 76 RI tahun 2021 merupakan tahun kedua dirayakan di tengah pandemi covid-19. Karena itu, peringatan HUT RI kali ini masih dirayakan secara terbatas.
Ketua Panitia HUT RI Pemprov Sulsel, Ashari Fakhsirie Radjamilo, mengungkapkan, peringatan HUT RI tahun ini masih sama seperti perayaan di tahun 2020.
“Secara garis besarnya untuk perayaan Hari Ulang Tahun Proklamasi ke-76 tahun ini masih ini sama dengan tahun kemarin, kita laksanakan secara sederhana tetapi khidmat. Itu pesan dari bapak plt gubernur,” ujar Ashari di Makassar, Kamis (12/8).
Sama dengan tahun lalu, Pemprov Sulsel akan melaksanakan kegiatan secara terbatas. Karena tahun lalu, pandemi covid-19 memaksa semua masyarakat berkegiatan secara terbatas begitu pun tahun ini.
Kegiatan tersebut antara lain penyerahan satya lencana kepada legiun veteran sebagai tanda kehormatan pada Senin (16/8). Selanjutnya ada pengukuhan Paskibra.
Rangkaian acaranya kita laksanakan mulai di tanggal 16 Agustus, yang pertama tetap penyerahan satya lencana tanda kehormatan. Selanjutnya jam 12 siang pengukuhan paskibra di hari yang sama.
“Malamnya jam 23.30 kita ke Taman Makam Pahlawan untuk renungan suci. Besoknya kita laksanakan upacara jam 8 pagi,” ujar Ashari.
Rencananya, upacara peringatan HUT RI ke-76 di tingkat Pemprov Sulsel di gelar di Rujab Gubernur Sulsel di Jalan Sungai Tangka No 31 Makassar.
Jumlah peserta upacara dibatasi hanya 40 orang untuk menghindari kerumunan yang berpotensi menularkan covid-19. Selain itu, para peserta juga wajib menaati protokol kesehatan seperti memakai masker, mengikuti swab antigen, dan menjaga jarak.
“Sama seperti dulu. Yang dikurangi peserta upacara. Kita di setiap kesatuan sudah kerja sama dengan Kodim Makassar. Jadi setiap kesatuan 5 orang. Makanya itu 40 orang peserta upacara semua. Dengan jarak protokol kesehatannya, jarak 2 meter,” katanya.
Meski ada pengurangan peserta upacara, namun Ashari menyebutkan tidak ada pengurangan anggota Paskibraka. Semua pasukan baik pengiring (8), pembawa bendera (17), dan pengawal (45) tetap hadir dengan formasi lengkap.
Kalaupun ada yang positif berdasarkan tes rapid antigen, maka anggota yang bersangkutan akan diganti dengan perwakilan dari daerahnya.
“Itu yang posisi sama seperti kemarin-kemarin. Tidak ada pengurangan,” katanya. (jun)

