SELAYAR, BKM–Politisi Partai Nasdem Sulsel Ady Ansar menegur pelaksana proyek ruas Tana Bau di Kabupaten Kepulauan Selayar.
Teguran yang dilayangkan Ady Ansar yang tak lain adalah ketua Fraksi Nasdem DPRD Sulsel ini saat melakukan peninjauan pelaksanaan proyek pembangunan jalan Provinsi pada ruas Tanabau di Desa Bontotangnga, Kecamatan Bontoharu, Ngapa Loka di Desa Patilereng, serta Pattumbukang di Desa Lowa dalam wilayah Kecamatan Bontosikuyu Kepulauan Selayar, Minggu (15/8).
Ady Ansar yang kini tercatat sebagai anggota Komisi D DPRD Sulsel yang membidangi pembangunan ini kecewa lantaran pihak pelaksana tidak melakukan pemasangan papan proyek.
Padahal menurut Ady Ansar pemasangan papan proyek pada setiap kegiatan pembangunan fisik itu wajib dilakukan agar masyarakat dapat mengetahui besaran anggaran dan rekanannya dilapangan. “Disamping volume dan waktu pelaksanaanya, sementara kegiatan sudah berlangsung selama sepekan.”jelas Ady Ansar.
Menurutnya, sebagai satu-satunya anggota DPRD Sulsel asal Selayar dirinya tentu harus memberikan kepedulian dan perhatian yang besar terhadap kepentingan dan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam menjalankan fungsi pengawasan melekat sebagai anggota legislatif yang membidangi pembangunan.
Selain itu pada tahun anggaran 2022, Pemerintah Provinsi Sulsel akan memprioritaskan pembangunan empat jembatan baru dari Ngapa Loka ke Pattumbukang. Sedangkan selebihnya rehabilitasi, penguatan dan pelebaran jembatan.
Akibat keterbatasan anggaran sehingga sampai tahun 2021 ini pembangunan jalan Provinsi ruas Tanabau, Ngapa Loka Pattumbukang belum pernah mendapatkan anggaran yang besar. Dan untuk tahun 2021 ini Pemprov Sulsel hanya mengucurkan anggaran pada ruas ini sebesar Rp 12 miliar lebih dengan volume panjang 3 km. Sehingga kedepan Pemprov diharapkan dapat mengalokasikan dana minimal Rp 20 miliar setiap tahun agar pembangunan jalan provinsi di Selayar ini dapat dipercepat sebagai akses utama yang akan menghubungkan antara Provinsi Sulsel dan Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui jalan darat.
Mantan anggota DPRD Selayar tiga periode ini, menambahkan jika tidak mendapatkan pengawasan yang ketat dari pemerintah dan masyarakat, maka akan disayangkan manakala terjadi kesalahan prosedur pelaksanaan dilapangan. “Apalagi dalam setiap kilometer telah menghabiskan anggaran yang sangat mahal dikisaran Rp 4 miliar. Karena itu dibutuhkan pengawasan ketat dalam proses pelaksanaan pembangunan dilapangan.” katanya.
Berdasarkan laman LPSE Propinsi Sulsel pemenang tendernya adalah CV Delima Indah Pratama yang beralamat di Jl KH Ahmad Dahlan Benteng Selayar dengan nilai kontrak sebesar Rp 12.723.978.843,-
Pihak pelaksana proyek yang sekaligus sebagai pemenang tender pembangunan jalan provinsi ruas Tanabau – Nagapa Loka Pattumbukang Selayar, Herman Winarto membenarkan jika papan proyeknya sementara akan dipasang sebab baru tiba di Makassar kemarin. “Memang papan proyeknya belum terpasang saat anggota DPRD Sulsel melakukan peninjauan lapangan. Sebab kemarin baru tiba di Selayar. Tapi kami janji akan segera dipasang.” kata dia melalui jaringan selulernya, Selasa (17/08) pagi tadi. (min/rif/c)

